Kudus, isknews.com – Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Kudus memastikan Stadion Wergu Wetan akan dibangun ulang secara menyeluruh dengan estimasi anggaran yang diusulkan mencapai Rp225 miliar. Proyek ini menjadi langkah besar Pemkab Kudus dalam meningkatkan sarana olahraga yang lebih representatif.
Kepala Dinas PUPR Kudus, Harry Wibowo, menjelaskan bahwa keputusan pembangunan total diambil setelah melalui pembahasan bersama pemerintah pusat. Dengan demikian, bangunan stadion lama akan dibongkar sepenuhnya sebelum dilakukan pembangunan baru.
Menurutnya, proyek tersebut dilaksanakan melalui kolaborasi antara Pemkab Kudus dan Dinas Pendidikan, Kepemudaan dan Olahraga (Disdikpora), mengingat lokasi stadion berada di kawasan Balai Jagong. Saat ini, tahapan masih difokuskan pada perencanaan yang dibiayai melalui anggaran pemerintah pusat.
Sejumlah langkah awal telah dilakukan, termasuk survei dan penelitian kondisi tanah oleh tim konsultan dari pusat. Hal ini penting untuk memastikan kesiapan lahan sebelum pembangunan fisik dimulai.
Dari sisi kapasitas, semula stadion diusulkan mampu menampung hingga 10.000 penonton. Namun setelah disesuaikan dengan luas lahan yang tersedia, kapasitas sementara ditetapkan sekitar 8.000 penonton.
“Perhitungan sementara dengan kapasitas 8.000 penonton, anggarannya berada di kisaran Rp225 miliar. Nanti masih bisa menyesuaikan dengan kondisi di lapangan,” ujar Harry saat diwawancarai, Jumat (10/4/2026).
Ia menambahkan, desain stadion akan mengedepankan kenyamanan penonton dengan tetap mempertimbangkan keterbatasan anggaran. Tribun permanen direncanakan berada di sisi barat dan dilengkapi atap, sementara bagian lainnya bersifat menyesuaikan kebutuhan.
Untuk standar, stadion ini ditargetkan memenuhi kriteria tingkat Asia Tenggara atau AFC, meskipun belum sampai standar FIFA. Hal ini dinilai sudah cukup untuk mendukung berbagai event olahraga di tingkat regional.
Terkait jadwal, proses perencanaan ditargetkan rampung pada April hingga Mei 2026, termasuk konsolidasi lahan dan penguatan struktur tanah. Pemkab juga menyiapkan lahan sekitar 4,5 hingga 5 hektare dengan perluasan ke arah timur dan selatan.
Sementara itu, pembongkaran stadion lama dijadwalkan menunggu hasil appraisal aset yang diperkirakan berlangsung pada Mei hingga Juni. Setelah tahapan tersebut selesai, proses lelang akan dilakukan oleh Kementerian PUPR.
“Untuk pembongkaran kemungkinan setelah appraisal, sedangkan pembangunan fisik diperkirakan mulai Juli atau Agustus,” terangnya.
Lebih lanjut, ia menyebutkan bahwa aktivitas di stadion akan segera dihentikan. Bahkan pertandingan antara Persiku Kudus melawan PSIS Semarang dalam waktu dekat diprediksi menjadi laga terakhir sebelum stadion memasuki tahap pembongkaran.
“Setelah itu, stadion akan mulai dikosongkan untuk proses pembangunan,” pungkasnya. (AS/YM)







