Apa Kabar Hutan Kota Tanggulangin? Dari Taman Terlupakan Menuju Ruang Publik Harapan Baru

oleh -585 Dilihat
Hutan kota Tanggulangin sekarang. (Foto: Istimewa)

Kudus, isknews.com – Taman Tanggulangin yang sempat diproyeksikan menjadi hutan kota di Kabupaten Kudus kini perlahan kembali mendapat perhatian. Meski sempat terkesan kurang terurus dan sepi pengunjung, Pemerintah Kabupaten Kudus memastikan kawasan tersebut tetap dirawat dan disiapkan menjadi ruang publik yang lebih representatif.

Taman yang berdiri di atas lahan milik PT Kereta Api Indonesia itu sebelumnya pernah disewa Pemkab Kudus dan difungsikan sebagai pusat kegiatan warga. Namun seiring waktu, aktivitas di kawasan tersebut menurun dan perawatannya tak lagi optimal.

Kepala Bidang Pengelolaan Persampahan dan Ruang Terbuka Hijau (RTH) Dinas Perumahan, Kawasan Permukiman dan Lingkungan Hidup (PKPLH) Kudus, Heri Muryanto, menegaskan pihaknya tetap melakukan pemeliharaan rutin.

Tetap kami pelihara, kami rawat, karena itu kan masih ada bangunannya. Sampai sekarang tetap kami rawat,” ujarnya, Sabtu (14/2/2026).

Menurut Heri, pembersihan dilakukan secara berkala dengan menyapu area taman dan memperbaiki fasilitas yang mengalami kerusakan ringan.

Kami rawat secara berkala, kami sapu-sapu. Kalau ada yang rusak, kami perbaiki,” jelasnya.

Ia mengakui, jumlah pengunjung memang tidak terlalu banyak. Meski demikian, masih ada masyarakat yang datang untuk bersantai atau menikmati suasana terbuka.

Masih ada pengunjung, tapi tidak begitu banyak. Kelihatannya masih ada, tapi memang tidak ramai,” katanya.

Sebagai upaya meningkatkan daya tarik kawasan, Dinas PKPLH merencanakan pemasangan lampu hias atau lampu dekoratif pada tahun 2026. Program tersebut masih dalam tahap perencanaan dan akan dilanjutkan ke tahap pengadaan setelah perencanaan rampung.

Sementara itu, Bupati Kudus Sam’ani Intakoris sebelumnya telah meninjau langsung kawasan tersebut bersamaan dengan pemantauan progres normalisasi Sungai Wulan di sekitar Tanggulangin.

Normalisasi dilakukan dengan pengerukan sedimentasi sungai menggunakan alat berat, kemudian tanah hasil kerukan diuruk di kawasan sempadan sebagai tanggul. Area yang sebelumnya dikenal sebagai kolam retensi alami itu kini disiapkan untuk ditanami berbagai jenis tumbuhan.

Menurut Sam’ani, kawasan tersebut memiliki potensi besar untuk dikembangkan sebagai hutan kota yang asri sekaligus ruang publik alternatif bagi masyarakat.

Kalau bisa di sini ada event-event kecil, misalnya kegiatan kopi-kopi, komunitas, atau kegiatan lainnya supaya hidup lagi,” ujarnya.

Dengan perawatan rutin dan rencana penataan lanjutan, Taman Tanggulangin diharapkan tak lagi menjadi taman terlupakan, melainkan bertransformasi menjadi ruang publik yang hidup, nyaman, dan kembali diminati warga Kudus.

Jumlah pengunjung memang tidak terlalu banyak, dari pantauan media ini bahkan sepi dan cenderung kumuh dan kurang ramah bagi kenyamanan karena terlihat sejumlah orang berpakaian lusuh tidur tiduran dalam arena taman, kurang tahu apakah itu odgj atau tuna wisma.

Dengan perawatan rutin dan rencana penataan lanjutan, Taman Tanggulangin diharapkan dapat bertransformasi menjadi ruang publik yang lebih tertata, aman, dan nyaman bagi seluruh lapisan masyarakat. (YM/YM)


KOMENTAR SEDULUR ISK :