Alumni SMA Hasyim Asyhari 2006 Bagikan Ratusan Makanan Takjil Gratis Di Kawasan Simpangtujuh Kudus

oleh -935 kali dibaca

Kudus, isknews.com – Pelaksanaan bulan Ramadan ternyata dijadikan momentum bagi  banyak komonitas untuk membagi rezeki dan bersedekah.  Biasanya komunitas-komunitas ini memanfaatkan titik -titik penting untuk lokasi pembagian takjil.

Seperti yang dilakukan komunitas alumni SMA HASYIM ASYHARI Kudus yang masih sering berkumpul bersama. Kali ini, pada hari ke 12 pelaksanaan bulan puasa, sebanyak puluhan  alumni SMA HASYIM ASYHARI angkatan tahun 2006 berkumpul dan membagikan ta’jil kepada pengendara lalu lintas yang melintasi Alun-alun Simpang Tujuh Kudus (18/6).

Ketua panitia pembagian ta’jil SMA Hasyim’ Asyhari angkatan tahun 2006. Teguh Irawan, yang ditemui di lampu merah jalan dr. Ramelan menegaskan, “selama ini para alumni berkomunikasi melalui sosmed saja. Karenanya baru tahun ini digagas berkumpul bersama dengan melalui pembagian ta’jil bersama di tempat ini,” katanya.

Menurut Teguh yang didampingi beberapa rekan-rekannya menambahkan “Hari ini kami membagikan sebanyak 170 an nasi box dan kolak pisang, hasil sumbangsih kami dan rekan-rekan alumi, Hal ini semata-mata untuk menjalin silaturrohim dan mempererat tali persaudaraan.

“Sebetulnya acara akan kami mulai tadi tepat jam 4 sore, namun karena cuaca hujan sehingga baru sekitar pukul 17.00 ini bisa kita lakukan pembagian ini, takjil ini kami bagikan kepada semua pengguna jalan, mulai dari abang-abang becak, pejalan kaki , pengendara motor bahkan pengendara mobil, pokoknya siapa saja yang kemungkinan akan ketemu buka puasa di jalan ini, semua kita bagi tanpa pandang bulu, pokoknya siapa saja yang melintas dan membutuhkan makanan takjil ini” katanya.

Pembagian tidak sampai memadatkan, apalagi memacetkan arus lalu lintas. “Teknis pembagian kami atur sedemikian rupa supaya tidak ada efek kemacetan. Kami membagi dari pedestrian,” tukasnya.
Untuk sampah juga tidak ada di lokasi pembagian. Ini karena kemasan langsung dibawa pengguna jalan yang menerima takjil.

Agus, warga Jekulo pengendara motor yang kebetulan lewat saat itu,  mengaku senang menerima takjil. “Alhamdulillah. Setidaknya ini bisa untuk membatalkan puasa di jalan. Kalau ada komunitas, pihak lain yang mengadakan acara seperti ini tentu akan membantu orang yang berpuasa dan saat waktu berbuka sedang ada di jalanan,” tuturnya. (MY)

KOMENTAR SEDULUR ISK :