Anggaran Minim, KONI Kudus Prioritaskan Insentif Atlet Potensial di Ajang Porprov 2022

oleh -472 kali dibaca
Ketua KONI Kudus, Antoni Alfin (Foto: YM)

Kudus, isknews.com – Meski peroleh alokasi anggaran super minim dari Pemkab Kudus dan ditunjuk oleh KONI Jateng sebagai salah satu tuan rumah penyelenggara Porprov Jateng 2022.

Kepengurusan KONI di bawah pimpinan Antoni Alfin memutuskan untuk lebih mendahulukan kebutuhan insentif bagi para atletnya.

“Dana yang tersedia kami prioritaskan untuk insentif atlet yang berpotensi meraih medali emas dan medali perak. ‘Jumlah atlet potensial meraih medali emas dan medali perak sekitar 120 orang,” jelas Antoni, di kantor sekretariat KONI Kudus, Rabu (30/12/2020).

Salah satu yang dikhawatirkan pihaknya adalah terkait minimnya dana pembinaan yang diterima KONI Kudus sehingga menimbulkan godaan dari daerah peserta Porprov lainnya.

“Atlet Kudus akan diiming-imingi insentif lebih besar yang diberlakukan daerah peserta Porprov lainnya. Potensi atlet yang pindah ke daerah lain terkait kondisi pendanaan, bukan sesuatu yang mustahil terjadi,” terangnya.

Prioritas selanjutnya kata dia, adalah untuk pembinaan cabang olahraga yang dianggap sangat membutuhkan dana pembinaan.

“Kita harus berkoordinasi terlebih dahulu dengan pengurus kabupaten semua cabang olahraga,” paparnya.

Berikutnya adalah mempertahankan kantor mereka untuk pusat administrasi pengembangan olahraga di Kota Keretek.

“Tidak mungkin pembinaan digelar tanpa mempunyai lokasi pusat administrasi untuk 49 cabang olahraga,” kata dia.

Sebelumnya, sempat muncul pemikiran untuk menutup kantor KONI terkait anjloknya dana pembinaan yang diterima tahun 2021.

Seperti diketahui, KONI Kabupaten Kudus yang mempersiapkan diri menjadi tuan rumah Porprov bersama dengan beberapa daerah di eks Karesidenan Pati tahun 2022, hanya mendapat suntikan dana sebesar Rp 1 miliar daalokasi ri yang diancangkan Rp 5 miliar untuk tahun 2021.

Kondisi tersebut memunculkan beberapa opsi pemanfaatan untuk pembinaan 49 cabang olahraga yang menginduk di bawahnya, salah satunya dengan menutup kantor.

”Kita akan pertahankan kantor untuk administrasi pembinaan olahraga,” kata Ketua KONI Antoni Alfin, Rabu (30/12/2020).

Tantangan lainnya, kabar digelarnya sejumlah agenda musyawarah cabang beberapa olahraga yang dipastikan membutuhkan dana.

“Terlebih, bila kabar kompetisi sepak bola Liga 3 Jawa Tengah benar-benar digelar Februari atau Maret tahun depan, dipastikan membutuhkan dana besar. ‘Dana yang ada saat ini tidak mungkin cukup,” jelasnya.

Menyikapi dinamika tersebut, awal tahun 2021 semua pengurus kabupaten cabang olahraga dikumpulkan untuk menyatukan visi, terkait penyikapan kondisi yang ada.

“Satu hal yang pasti, pembinaan cabang olahraga harus dilanjutkan meskipun dengan berbagai tantangan yang dihadapi,” pungkas Antoni. (YM/YM)

KOMENTAR SEDULUR ISK :

No More Posts Available.

No more pages to load.