Angka Kasus Stunting Di Kudus 2020 Optimis Turun Dari 21,21 Menjadi 6,09 Persen

oleh -370 kali dibaca

Kudus, isknews.com – Dinas Kesehatan Kabupaten Kudus mentargetkan penurunan angka stunting di tahun 2020 sebesar 2 persen lebih kecil dari angka 8,09 persen di tahun 2019, sehingga menjadi 6,09 persen.

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Kudus, Joko Dwi Putranto melalui Kasi Kesehatan Keluarga dan Gizi, Muslimah mengatakan angka kasus stunting di Kota Kretek di tahun 2018 mencapai 21,21 persen dari total balita yang ada di Kudus.

ilustrasi : Camat Undaan saat lakukan pendampingan kegiatan penimbangan balita (Foto: YM)

Diketahui angka itu mengalami penurunan yang cukup signifikan di tahun 2019. Dimana Elektronik Pemantauan Pertumbuhan Gizi Berbasis Masyarakat (EPPGBM) mencatat 8,09 persen dari 68 ribu anak di Kudus mengalami stunting.

“Ini berarti kan sudah turun jauh. Dari 21,21 persen menjadi 8,09 persen,” katanya, Selasa (4/2).

Meski begitu, pihaknya terus berupaya untuk mengentaskan permasalahan gizi di masyarakat ini. Terlebih setelah adanya komitmen konvergensi stunting yang dilakukan Pemerintah Kabupaten Kudus beberapa waktu lalu. Pihaknya optimis permasalahan stunting bisa segera ditangani dan angkanya bisa ditekan seminimal mungkin.

“Februari ini, kita akan lakukan kegiatan timbang serentak. Jadi seluruh balita di Kudus akan ditimbang berat badan dan diukur tinggi badannya. Lalu diberikan Vitamin A dosis tinggi dan dilakukan Stimulasi Deteksi Intervensi Dini Tumbuhan Kembang (SDIDTK) balita,” ujarnya.

Dengan menekankan dari sisi kualitas hasil penimbangan dan pengukuran yang dilakukan. Pihaknya berharap data anak yang mengalami stunting di Kudus dapat diketahui secara pasti. Baik data diri maupun data alamat anak yang mengalami stunting.

“Kalau datanya valid dan lengkap, nanti kita intervensinya tepat ke sasaran,” pungkasnya. (YM/YM)

KOMENTAR SEDULUR ISK :

No More Posts Available.

No more pages to load.