Antisipasi Gagal Panen, Warga Desa Banjarsari Buat Tanggul

oleh -1,187 kali dibaca

Pati, isknews.com (Lintas Pati) – Antisipasi gagal panen, imbas dari rembesan air laut yang masuk ke air tanah lahan pertanian, melalui Sungai Silugonggo. Membuat warga Dukuh Biteng, Desa Banjarsari, Kecamatan Gabus mengalami gagal panen. Menanggulangi hal itu, Pemerintah desa (Pemdes) bersama warga membangun tanggul di sungai tersebut.

“Tanggul itu dibuat agar air laut tidak masuk ke sawah warga, soalnya air di Sungai Silugonggo bagi warga dipakai irigasi untuk mengaliri lahan. Kalau, air asin masuk otomatis tanaman di lahan pertanian akan mati,” sebut Kepada Desa Banjarsari, Edi Margiyono, Senin (28/08/2017).

Sebelumnya, lanjut dia, banyak petani yang mengalami gagal panen pada musim penghujan kemarin. “Sedang, pada saat musim kemarau malah terjadi intrusi. Kalau air Silugonggo tercampur dengan air laut, tentu kami akan gagal panen lagi,” keluhnya.

Ditambahkan, luas lahan pertanian yang terhampar di sepanjang bantaran hulu Sungai Silugonggo, turut Desa Banjarsari sedikitnya seluas 94 hektare. Rinciannya, tanaman padi yakni 40 – 50 hektare.

Sebelum membendung sungai, imbuh Edi, pihaknya terlebih dahulu berkoordinasi dengan dinas terkait. “Kalau di bendung memang tidak boleh, tetapi kalau hanya dibuat tanggul untuk memisahkan air sungai dan air laut masih dibolehkan,” jelasnya.

Selama ini, tandas Edi, petani mengandalkan aliran air dari Sungai Silugonggo yang berasal dari Waduk Kedung Ombo. Hanya saja, saat ini air dari waduk tersebut belum dibuka, dan malahan rembesan air laut memenuhi sungai tersebut yang tidak layak untuk tanaman pangan. (Wr)

KOMENTAR SEDULUR ISK :

No More Posts Available.

No more pages to load.