ASTI Kudus Rekrut Pelatih Lisensi A AFC

oleh -347 Dilihat
Direktur ASTI Kudus Arif Budianto memperkenalkan pelatih berlisensi A AFC Yayat Hidayat dan Onny Teguh Andriyanto dari Bojonegoro yang berlisensi C AFC (Foto: YM)

Kudus, isknews.com – Demi mendongkrak kualitas pemain, Akademi Sepakbola ASTI Kudus semakin memantabkan jajaran tim pelatihnya dengan merekrut pelatih berlisensi A AFC Yayat Hidayat ebagai direktur teknik dan Onny Teguh Andriyanto dari Bojonegoro yang berlisensi C AFC sebagai pelatih untuk kelompok usia 17 tahun.

Menurut Direktur Utama ASTI Kudus, Arif Budiyanto, pihaknya merekrut beberapa personel baru dijajaran pelatih untuk meningkatkan kualitas siswa ASTI dari segi teknik dan taktik.

Dijelaskan oleh Arif dengan ‎bergabungnya Yayat dan Pelatih Kepala Oni Teguh Andrianto, diharap dapat membawa angin segar bagi tim dan akademinya.

“Harapannya bisa mencetak banyak bibit pemain profesional di akademi ini,” ujar Arif Budiyanto saat memperkenalkan jajaran personil baru di Akademi yang ia pimpin.

Seperti diketahui Yayat Hidayat merupakan pelatih yang sudah malang melintang di sejumlah klub sepakbola di Jawa Tengah, termasuk pernah melatih tim Persiku Kudus, Persekat Kabupaten Tegal dan Pelatih PSG Pati atau AHHA PS Pati.

Dijelaskan oleh Arif, sejumlah siswa akademi sepakbola itu beberapa di antaranya sudah membela tim sepakbola profesional.

Di antaranya Andreas Benyamin yang terpilih program Garuda Select 4 pada 2021 lalu dan beberapa orang lainnya yang bergabun‎g ke Persita Tangerang, Persikaba Blora, Persik Kediri, dan Persebaya Surabaya.

“Saat ini siswa akademi kami sudah ada lebih dari seratus orang, karena masih libur semua jadi belum bisa semua datang. Banyak dari akademi yang kini masuk dalam tim profesional,” ujarnya.

‎Sementara itu, Yayat menyampaikan, bakal bersama-sama pelatih merancang program latihan untuk para pemain.

‎”Karena akademi itu bukan membentuk karakter tim tapi membentuk karakter personal pemain. Nanti akan kami siapkan program dan diskusikan bersama para pelatih yang lain,” ujarnya.

Setiap jejang usia‎ pemain, kata dia, memiliki program latihan yang berbeda. Sehingga pelatihannya akan dirancang sesuai kebutuhan masing-masing.

Yayat berharap, program pelatihan itu bisa meningkatkan kemampuan pemain dan siap untuk mengikuti kompetisi yang lebih serius.

‎”Setiap KU (kelompok usia-red) itu nanti mempunyai program latihan yang berbeda,” ujar dia. (YM/YM)

KOMENTAR SEDULUR ISK :

No More Posts Available.

No more pages to load.