Audisi Umum PB Djarum 2025: Regenerasi, Perjuangan, dan Pembinaan Atlet Muda

oleh -378 Dilihat
Natthania Alaika Djamal berjuang demi meraih mimpi menjadi atlet PB Djarum dengan mengikuti Audisi Umum PB Djarum 2025 di GOR Djarum Jati, Kudus, Jawa Tengah. Attha, sapaan akrab atlet asal PB Anugerah Denpasar tersebut berjuang dengan hasil keringat sendiri guna kembali menginjakkan kaki ke Kudus. Selain persiapan teknik dan mental, Attha mengumpulkan ‘modal’ dari hasil ia menjuarai berbagai turnamen di tahun 2024. (Foto: PB Djarum)

Kudus, isknews.com – GOR Djarum Jati, Kudus, Jawa Tengah, kembali dipenuhi semangat ratusan pebulutangkis belia yang tengah berjuang meraih mimpi. Rangkaian Audisi Umum PB Djarum 2025 yang digelar sejak Senin kini memasuki tahap turnamen pada Rabu (10/9). Dari total 1.729 peserta, tersisa 383 anak yang berusaha menampilkan permainan terbaik demi bisa melangkah ke babak berikutnya.

Ajang ini bukan sekadar seleksi bakat, melainkan juga panggung lahirnya regenerasi bulutangkis nasional. Banyak wajah lama kembali mencoba peruntungan setelah merasakan ketatnya persaingan di edisi sebelumnya. Semangat mereka menunjukkan betapa besar keinginan untuk meniti jalan menjadi atlet profesional.

Salah satunya adalah Jisrel Elfiano Lumoindong dari KU-11 Putra. Bocah asal Manado, Sulawesi Utara ini pertama kali mengikuti audisi pada 2022 ketika usianya baru tujuh tahun. Kala itu ia mampu menembus turnamen hari pertama. Tahun lalu ia memilih absen untuk fokus berlatih, dan kini datang kembali dengan tekad lebih besar, terinspirasi kakaknya, Aurellia Florenza, yang sudah lebih dulu bergabung dengan PB Djarum.

“Di tahun 2024 saya sengaja tidak ikut audisi karena ingin meningkatkan kemampuan. Tahun ini saya optimis bisa melangkah lebih jauh dan merebut Super Tiket. Saya ingin mengikuti jejak kakak yang sudah lebih dulu berprestasi bersama PB Djarum,” ujar Jisrel yang kini berusia 10 tahun.

Kisah lain datang dari KU-12 Putri, Natthania Alaika Djamal atau akrab disapa Attha. Tahun lalu ia berhasil meraih Super Tiket hingga tahap karantina, namun gagal bergabung dengan PB Djarum karena kondisi fisik yang kurang prima. Kegagalan itu justru membuatnya semakin bertekad.

“Pengalaman tahun 2024 membuat saya lebih matang. Kali ini saya menjaga kesehatan lebih baik dan percaya diri bisa mewujudkan mimpi masuk PB Djarum,” ucap Attha.

Perjuangan Attha tak berhenti di situ. Untuk kembali ke Kudus, ia mengandalkan hasil keringat sendiri dengan menabung hadiah dari turnamen yang ia menangi, seperti Juara 1 Kejurprov Bali, Juara 2 Walikota Cup Denpasar, dan Juara 1 Anugerah LMATS Open 2024.

“Saya berlatih enam hari seminggu, tiga jam per sesi, ditambah latihan fisik mandiri. Hadiah turnamen saya tabung semua untuk biaya ke Kudus. Semua usaha ini demi meraih mimpi menjadi atlet PB Djarum,” ujarnya penuh semangat.

Kisah-kisah peserta seperti Jisrel dan Attha menggambarkan betapa berat perjuangan anak-anak muda untuk meraih kesempatan emas. Semangat juang inilah yang mendapat perhatian serius dari jajaran pelatih dan legenda bulutangkis yang terlibat dalam audisi.

Hendrawan, Juara Dunia 2001 yang kini menjadi Technical Advisor PB Djarum, menegaskan pentingnya audisi sebagai ajang regenerasi atlet. Menurutnya, kelompok usia dini yang disasar audisi—U-11, KU-11, dan KU-12—adalah fase tepat untuk pembinaan.

“Bakat-bakat tahun ini kualitasnya merata. Tapi perlu diingat, bakat saja tidak cukup untuk jadi juara. Teknik dasar, footwork, daya juang, hingga mental bertanding sangat menentukan. Semua itu akan terlihat jelas di tahap karantina,” ujar Hendrawan.

Dukungan serupa juga datang dari pasangan emas Olimpiade Rio 2016, Liliyana Natsir dan Tontowi Ahmad, yang kembali memantau jalannya audisi. Menurut mereka, kualitas peserta selalu meningkat setiap tahun, tidak hanya secara teknik tetapi juga mental bertanding.

“Kami lihat ada beberapa peserta yang kualitas tekniknya sudah bagus, semangatnya juga tinggi. Mudah-mudahan bisa konsisten sampai karantina. Audisi seperti ini penting untuk melahirkan generasi emas bulutangkis Indonesia,” kata Tontowi, diamini Liliyana.

Dengan kombinasi perjuangan peserta, semangat regenerasi, dan dukungan pembinaan dari legenda bulutangkis, Audisi Umum PB Djarum 2025 tak hanya menjadi ajang seleksi. Lebih dari itu, ia adalah laboratorium pembentukan atlet bermental juara yang kelak diharapkan mengharumkan nama Indonesia di panggung dunia. (YM/YM)

KOMENTAR SEDULUR ISK :

No More Posts Available.

No more pages to load.