Kudus, isknews.com – Kebijakan penundaan aktifitas masa dan jarak sosial akibat telah berimbas pada stok darah yang kini tersimpan di PMI Kudus. Pasalnya, banyak kegiatan donor darah yang harus dihentikan, merujuk pada peraturan pemerintah pusat soal kegiatan yang mengumpulkan massa.
Ketua Unit Donor Darah Palang Merah Indoensia (UDD PMI) Kudus, dr. Arief Adi Saputro menyebut sejumlah kebijakan pembatasan tersebut juga mempengaruhi kebijakan pada sejumlah perusahaan yang secara rutin karyawannya menjadi pendonor darah rutin.
“Namun kini sejumlah perusahaan di Kudus menyatakan menghentikan sementara kegiatan donor darah dilingkungan perusahaan karena mentaati intruksi pemerintah untuk membatasi kerumunan,” jelas Arief, Rabu (18/03/2020).

Diakuinya selama ini PMI Kudus sangat terbantu dengan program-program donor darah yang dilakukan oleh beberapa perusahaan swasta di Kudus seperti Perusahaan Rokok Djarum, Nojorono atau Sukun.
“Mereka sangat rutin melakukan program tersebut per triwulan pada beberapa unit dan bagian di perusahaan, sehingga secara sirkulasi kebutuhan darah untuk Kudus kami sangat terbantu,” ujarnya.
Saat ini PMI Kudus kebingungan karena minimnya pendonor darah yang datang ke PMI Kudus. Sebelum adanya virus Korona, rata-rata dalam sehari PMI Kudus mampu mendapatkan 50 pendonor.

Dijelaskannya, pada Februari 2020 lalu, ada 1.879 kantong darah yang didapat oleh PMI Kudus.
“Kini setelah perusahaan dan universitas di Kudus yang sering mendonorkan darah mereschedule ulang jadwal donor. Akibatnya PMI sulit mendapatkan pendonor,” tuturnya.
Pihaknya juga mengaku kesulitan apabila melakukan jemput bola. Sebab, beberapa kawasan seperti Balai Jagong dan Alun-Alun Simpang Tujuh Kudus juga sepi.
” Beberapa perusahaan yang menjadwalkan kegiatan Mobile Unit Donor (MUD) memilih membatalkan karena adanya pembatasan kunjungan ke lingkungan perusahaan. Saya inginnya masyarakat bisa donor ke kantor,” imbuhya.
Akibatnya, stok darah yang ada di PMI Kudus mulai menipis. Jika pada kondisi normal, dalam sebulan UDD PMI Kudus dapat mengumpulkan sekitar 1.500 kantong darah. Namun, hingga pertengahan bulan ini, pihaknya hanya mampu mengumpulkan sekitar 600 kantong darah.
Untuk itu, pihaknya menghimbau kepada masyarakat Kudus tidak perlu takut donor darah. Tidak hanya menyehatkan tubuh, donor darah juga membantu menyelamatkan nyawa manusia.
Menyikapi kondisi yang ada, PMI Kudus melakukan pemeriksaan tambahan berupa thermoscan dan pemeriksaan riwayat perjalanan kepada setiap pendonor. Sebagai langkah antisipatif penyebaran corona, sekaligus memastikan kualitas darah yang dihasilkan bebas dari agen infeksius. (YM/YM)








