Kudus, isknews.com – Ketua KONI Kabupaten Kudus, Sulistyanto, mengumumkan bahwa Babak Kualifikasi (BK) Pekan Olahraga Provinsi (PORPROV) Jawa Tengah XVII tahun 2026 secara resmi akan dilaksanakan mulai Juni hingga November 2025.
Informasi tersebut berdasarkan surat dari KONI Provinsi Jawa Tengah yang ditandatangani langsung oleh Ketua Umum Bona Ventura Sulistiana.
Dalam surat resmi yang diterima KONI Kudus, dijelaskan bahwa pelaksanaan babak kualifikasi PORPROV kali ini akan digelar di berbagai kota dan kabupaten di seluruh Jawa Tengah, melibatkan total 60 cabang olahraga (cabor).
Setiap cabor akan dipertandingkan secara serentak maupun bertahap, menyesuaikan kalender kesiapan masing-masing tuan rumah.
“Ini adalah tahap awal seleksi yang sangat penting. Hasil babak kualifikasi akan menentukan siapa saja yang akan tampil di PORPROV XVII/2026 yang dipusatkan di Pati Raya. Semua atlet kami siapkan maksimal, terutama dari Kudus,” ungkap Sulistyanto saat ditemui di sekretariat KONI Kudus, Senin (4/8/2025).
Berikut daftar lengkap 60 cabor yang akan dipertandingkan dalam babak kualifikasi PORPROV Jateng XVII/2026, beserta tanggal dan tempat pelaksanaannya:
Balap sepeda BMX (27–29 Okt 2025, Kendal), balap sepeda ITT (27 Okt 2025, Kendal), balap sepeda TTT (28 Okt 2025, Kendal), balap sepeda IRR (29 Okt 2025, Kendal), balap sepeda track (tempat: Kota Semarang, tanggal belum tercantum), barongsai (21–22 Juni 2025, The Park Mall Kota Semarang), bermotor (19–20 Okt 2025, Kabupaten Kudus), biliar (9–13 Okt 2025, Kota Surakarta), binaraga (20–21 Okt 2025, Kota Tegal), bola basket 5×5 (25–30 Sep 2025, Kabupaten Semarang), bola basket 3×3 (1–3 Okt 2025, Kabupaten Semarang), bola tangan (20–23 Okt 2025, Surakarta), bola voli indoor (29 Sep–5 Okt 2025, Banjarnegara), bola voli pantai (6–10 Okt 2025, Kabupaten Semarang), bridge (24–27 Juli 2025, Kabupaten Wonosobo), bulu tangkis (25–30 Agustus 2025, Kabupaten Blora), catur (19–21 Sep 2025, Kabupaten Kudus), dayung (14–17 Okt 2025, Kabupaten Wonogiri), drumband (2–5 Nov 2025, Kota Magelang).
Lalu, e-sport (3–7 Okt 2025, Kota Semarang), futsal (23–26 Okt 2025, Kota Surakarta), gulat (4–6 Okt 2025, Kabupaten Temanggung), hoki indoor (15–17 Okt 2025, Kota Semarang), judo (3–6 Okt 2025, Kabupaten Kudus), jujitsu (2–3 Okt 2025, Kota Tegal), karate (11–13 Okt 2025, Kota Semarang), kick boxing (6–8 Okt 2025, Kota Pekalongan), kempo (10–12 Okt 2025, Kota Semarang), menembak (10–14 Okt 2025, GOR Jatidiri Kota Semarang), muaythai (2–5 Okt 2025, Kabupaten Kendal), panahan (7–11 Okt 2025, Kabupaten Banyumas), panjat tebing (7–11 Okt 2025, Kabupaten Purbalingga), pencak silat (6–9 Okt 2025, GOR Jatidiri Kota Semarang), petanque (26–28 Sep 2025, Kabupaten Jepara), renang (25–27 Okt 2025, Kolam Renang Jatidiri Kota Semarang), renang perairan terbuka (22 Okt 2025, Kabupaten Jepara), rowing (14–17 Okt 2025, Kabupaten Wonogiri), sambo (2–3 Okt 2025, Kota Tegal), selam (6–10 Okt 2025, Kabupaten Semarang), senam (25–27 Sep 2025, Kota Surakarta), sepak bola (9, 12, 16, 19, 23 Nov 2025, masing-masing eks-karesidenan), sepak takraw (10–13 Okt 2025, Kabupaten Kebumen), squash (7–9 Okt 2025, Kota Semarang), taekwondo (27–30 Sep 2025, Kabupaten Rembang), tarung derajat (10–13 Okt 2025, Kabupaten Temanggung).
Sedangkan, tenis (26–28 Juli 2025, Kabupaten Pati), tenis meja (22–25 Agustus 2025, Universitas Semarang), tinju (11–14 Okt 2025, Kabupaten Pati), triathlon (23–24 Okt 2025, Kabupaten Jepara), voli pasir (6–10 Okt 2025, Kabupaten Semarang), wushu (1–3 Okt 2025, Kabupaten Tegal), woodball (27–29 Sep 2025, Kabupaten Semarang), angkat besi (17–20 Okt 2025, Kabupaten Tegal), angkat berat (17–20 Okt 2025, Kabupaten Tegal), anggar (8–10 Okt 2025, Kota Semarang), atletik (29 Sep–3 Okt 2025, Kabupaten Pati), balap motor (19–20 Okt 2025, Kabupaten Kudus), dansa olahraga (20–21 Okt 2025, Kabupaten Magelang), ganda campuran tenis (26–28 Juli 2025, Kabupaten Pati), dan kurash (tempat: Kabupaten Pati, tanggal belum ditentukan).
“Dengan distribusi pertandingan di banyak wilayah, kami harap masing-masing kabupaten/kota punya tanggung jawab bersama menjaga netralitas dan sportivitas. Semoga Kudus bisa lolos sebanyak mungkin ke PORPROV 2026,” tambah Sulistyanto.
Babak kualifikasi ini menjadi ajang bergengsi sekaligus barometer pembinaan olahraga daerah.
“Karena nantinya, hanya atlet dan tim terbaik dari tiap cabor yang berhak tampil di panggung utama PORPROV di Pati Raya tahun 2026 mendatang,” ujar Sulistyanto. (YM/YM)











