Bantu Petani, Pelajar SMP 5 Pati Beli Bawang Merah

oleh
Foto: Seluruh civitas SMP N 5 Pati melakukan kegiatan peduli, membeli bawang merah milik petani, Selasa (30-01-2018). (Warno/ISKNEWS.COM)

Pati, ISKNEWS.COM – Seluruh civitas SMP N 5 Pati melakukan kegiatan peduli, membeli bawang merah milik petani. Hal tersebut dilakukan untuk meringankan masalah yang dihadapi petani, karena harga bawang merah merosot jauh dibawah harga normal.

Kepala Sekolah SMP N 5 Pati, Sofia Berdina mengatakan, sebelumnya para siswa sudah dihimbau untuk membantu para petani bawang merah dengan cara membeli bawang mereka, seharga Rp 15.000/kilogramnya. Harga tersebut, dinilai sudah tepat dibandingkan harga pasaran yang hanya Rp. 8.000/kilogram.

“Ini merupakan bagian dari program SMP N 5 peduli yang kami lakukan setiap tahun. Targetnya pun berbeda-beda. Tetapi kalau hari ini, kami memang membeli bawang petani yang harganya sangat terpuruk itu. Lumayan lah, bisa membantu meskipun hanya sedikit,” ungkap Sofia, Selasa (30-01-2018).

TRENDING :  Stok Bawang Merah Ambil Dari Luar Daerah
Foto: Seluruh civitas SMP N 5 Pati melakukan kegiatan peduli, membeli bawang merah milik petani, Selasa (30-01-2018). (Warno/ISKNEWS.COM)

Tahap awal, SMP N 5 memesan sebanyak satu kuintal, jumlah tersebut dipastikan akan bertambah, lantaran masih banyak siswa maupun guru yang belum membeli bawang petani itu.

TRENDING :  Kue Kaoya Khas Pati Tembus Pasar Yogyakarta

“Kan tidak hanya hari ini, besok kalau masih ada siswa, maupun guru yang memesan bawang, kami akan memanggil petani untuk membeli bawang mereka lagi,” imbuhnya.

Sementara itu, Suparlan, petani bawang asal Desa Sukorukun, Kecamatan Jaken yang juga ikut demosntrasi di depan Kantor Bupati Pati, beberapa waktu lalu, mengaku sangat senang dengan adanya siswa maupun guru yang berkenan membeli bawangnya. Sebab, harga bawang sampai saat ini masih sangat rendah, sehingga tidak bisa untuk menutup ongkos produksi.

TRENDING :  Peringati Hari Bakti Adhyaksa Ke 59, Kejaksaan Negeri Pati, Gelar Gema Salawat.

“Kami sendiri mengaku senang, karena bawang dibeli dengan harga yang pantas, tidak sama dengan harga pasar. Semoga kedepannya harga bawang kembali stabil agar petani juga mendapatkan untung,” harapnya. (WR/AM)

KOMENTAR SEDULUR ISK :