Bantu Tangani Huntara, Pemkab Kudus Lepas Relawan ke Candipuro Lumajang

oleh -48 Dilihat
Kepala Disdikpora Kudus Harjuna melalui Kabid Kepemudaan Arini Budi Utami saat melepas relawan ke Lumajang, Arif Risdiyanto selaku Andalan bidang bencana di Pramuka peduli di kantornya, Selasa (17/5/2022) pagi. (Aris Sofiyanto/ISKNEWS.COM)

Kudus, isknews.com – Pemkab Kudus melalui Dinas Pendidikan, Kepemudaan dan Olahraga (Disdikpora) melepas satu relawan yang akan membantu penanganan hunian sementara (Huntara) untuk korban erupsi Gunung Semeru di Desa Sumber mujur, Kecamatan Candipuro, Lumajang Jawa Timur. Hal itu dilaksanakan dari tanggal 18 hingga 25 Mei 2022.

Pelepasan dilakukan oleh Kepala Disdikpora Kudus Harjuna melalui Kabid Kepemudaan Arini Budi Utami di kantornya, Selasa (17/5/2022) pagi.

Arini mengatakan, pemberangkatan dilakukan Kwarda Jateng, nantinya dilepas bersama-sama dengan kabupaten lain di Jateng dari Bumi Perkemahan Karang Geneng gunung pati Semarang.

Relawan tersebut, lanjut Arini, bernama Arif Risdiyanto dari Pramuka peduli kwartir cabang Kudus.

Pihaknya juga mengucapkan terimakasih karena telah mewakili Kudus, “Terima kasih kepada mas Arif, karena sudah mewakili Kudus ikut membantu penanganan disana,” ucapnya.

Arini juga memberikan doa terbaik yang diucapkan langsung sebelum dilepas, “Harapan saya diberikan kelancaran dan kesehatan waktu bertugas, selamat dari Kudus sampai kembali ke Kudus lagi,” harapnya.

Sementara Arif Risdiyanto selaku Andalan bidang bencana di Pramuka peduli Kwartir Cabang Kudus mengatakan telah mempersiapkan diri segala sesuatunya sebelum berangkat,

“Persiapannya dari kontingen diminta menyiapkan perlengkapan yang harus dipenuhi selama di sana (Lumajang), seperti safty (keamanan) saat berkegiatan, helm, sarung tangan dan perlengkapan pribadi. Kemudian untuk persiapan lainnya sudah disiapkan oleh kelompok dan kontingan dari Kwarda Jateng,” jelasnya.

Nantinya, lanjut Arif, disana dari Jateng akan bergabung dengan relawan Jawa timur untuk berssama-sama membantu penanganan hunia sementara (Huntara).

Pihaknya menceritakan, jadi relawan telah dilakoni Arif sudah lama,

“Sejak SMA sekitar tahun 1992 saya mulai terjun di kerelawanan di sekitar Kudus saja. Sementara pengalaman pertama kali ke luar daerah adalah ke Aceh saat bencana tsunami melanda, kemudian disusul gempa padang, namun waktu itu (saat gempa Padang) saya tidak ikut dan hanya support menggalang bantuan dari Kudus saja,” ujarnya.

Dia melanjutkan, pengalaman usai jadi relawan di Aceh, lalu sempat menjadi relawat di Yogyakarta saat gempa bumi, di Banjarnegara saat tanah longsor dan di Semeru kali ini (gunung meletus).

Arif menambahkan, dirinya mengaku pernah mengikuti pelatihan yang diselenggarakana oleh Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) spesifikasi penanganan pengungsian dan dapur umum,

“Beberapa tahun lalu juga pernah dua kali ikut pelatihan di BNPB, diantaranya pelatihan Penanganan Pengungsian dan Dapur Umum. Diharapkan dengan pelatihan yang telah saya ikut,nantinya bisa bermanfaat untuk diri saya, lingkungan dan orang lain yang mmebutuhkan bantuan,” pungkasnya. (AS/YM)

KOMENTAR SEDULUR ISK :