Baru Enam Bulan Perolehan Pajak Restoran Mencapai 94,99% Dari Target

oleh -1,053 kali dibaca

KUDUS, isknews.com – Perolehan pendapatan daerak Kabupaten Kudus, dari sektor pajak, khususnya pajak restoran, ternyata cukup menjanjikan. Sampai dengan akhir Juli lalu, atau enam bulan berjalan, jumlah penerimaan pajak dari restoran itu sudah mencapai 94,99% dari target yang ditetapkan pada Tahun Anggaran (TA) 2015.

Kepala Dinas Pendapatan dan Pengelolaan Keuangan Daerah (DPPKD) Kabupaten Kudus, Eko Djumantoro, kepada isknews.com, (13/8), membenarkan hal itu. Penarikan pajak terhadap restoran, adalah berdasarkan UU Nomer 38 Tahun 2009, Tentang Pajak Daerah dan Retribusi Daerah, pada Bagian Ketujuh, nomer 22, diterangkan, Pajak Restoran adalah pajak atas pelayanan yang disediakan oleh restoran. Kemdian pada nomer 23, diterangkan, Restoran adalah fasilitas penyedia makanan dan/atau minuman dengan dipungut bayaran, yang mencakup juga rumah makan, kafetaria, kantin, warung, bar, dan perusahaan catering.

“Sedangkan, besarnya pajak, sebagai mana disebutkan pada Bagian Ketujuh pasal 35 (1) UU tersebutTarif Pajak restoran ditetapkan paling tinggi sebesar 10%. Ketentuannya, restoran dengan omzet sampai Rp 5 juta per hari dikenakan pajak sebesar 5% dari omzet, dan restoran dengan omzet Rp 10 juta per hari dikenakan pajak 10% dari omzet,” kata Eko.

Dia menerangkan, pajak restoran seharusnya yang membayar bukan pemilik atau pengusaha restoran, melainkan merupakan kewajiban konsumen. Dari hasil survai yang dillakukan DPPKD, di Kudus belum begitu banyak restoran yang membebankan pajaknya kepada konsumen, di sisi lain konsumen belum memahami adanya peraturan tersebut. Dengan kata lan, masih banyak restoran yang membayar pajaknya sendiri.

“Untuk sekarang ini, di Kudus, sudah sekitar 40 restoran dan rumah makan yang menarik pajak pada konsumennya. Diantaranya restoran-restoran yang besar di Jalan Mulia, atau tepatnya di belakang DPRD, dan di sepanjang Jalan Agil Kusumadia.”

Menjawab pertanyaan tentang rencana atau target pendapatan pajak restoran, Eko menerangkan, dari target sebesar Rp 1.421.364.000, penerimaan sampai 31 Juli 2015 atau enam bulan berjalan, sebesar Rp 1.350.128.193, atau sebesar 94% dari taget. Perolehen pajak restoran itu, terdiri atas, restoran, target sebesar Rp 1.208.400.000, penerimaan sampai 31 Juli 2015 sebesar Rp 931.627.124 (77,10%), rumah makan, target sebesar Rp 204.564.000, penerimaan sampai 31 Juli 2015 sebesar Rp 410.935.569 (200,88%), dan cafe dengan target sebesar Rp 8.400.000, penerimaan sampai 31 Juii 2015 sebesar Rp 7575.500 atau sebesar 90,7%.

“Sedangkan pada 2014, penerimaan pajak restoran dari target sebesar Rp 1.440.000.000, penerimaan sampai 31 Desember 2014, sebesar Rp 1.576.325.852, melebihi target sebesar 109%. “ (DM)

KOMENTAR SEDULUR ISK :