Kudus, isknews.com – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Muhammadiyah Kudus (UMKU) Kelompok 30 memperkenalkan upaya pencegahan Demam Berdarah Dengue (DBD) berbasis kearifan lokal melalui pemanfaatan bahan alami dan limbah rumah tangga di Desa Purworejo, Minggu (21/12/2025).
Kegiatan yang berlangsung di Balai Desa Purworejo tersebut diikuti ibu-ibu PKK dengan agenda utama pembuatan spray anti nyamuk dari daun sereh serta lilin aromaterapi berbahan minyak jelantah.
Program ini dirancang sebagai langkah preventif kesehatan sekaligus edukasi pengelolaan lingkungan berbasis rumah tangga.
Dalam kegiatan tersebut, mahasiswa KKN UMKU mengajak peserta mempraktikkan langsung pembuatan spray anti nyamuk dari sereh yang mudah dijumpai di sekitar pekarangan rumah.
Tanaman sereh dipilih karena aromanya tidak disukai nyamuk dan relatif aman digunakan dalam kehidupan sehari-hari.
Selain itu, minyak jelantah yang selama ini kerap dibuang sembarangan diperkenalkan sebagai bahan baku pembuatan lilin aromaterapi. Melalui proses sederhana, minyak goreng bekas dapat diolah kembali menjadi produk bermanfaat yang berpotensi memiliki nilai ekonomis.
Dosen Pembimbing Lapangan (DPL) KKN UMKU, Hasryani, M.Farm, menyampaikan bahwa kegiatan tersebut bertujuan menumbuhkan kesadaran masyarakat akan pentingnya pencegahan penyakit berbasis lingkungan sekitar.
“Pemanfaatan bahan alami seperti sereh dan pengolahan minyak jelantah ini merupakan contoh penerapan kearifan lokal yang sederhana, murah, dan bisa langsung dipraktikkan di rumah,” ujarnya.
Hal senada disampaikan DPL lainnya, Dr. Ns. Anny Rosiana, M.M.Kep., Sp.Kep.J., PhD, yang menekankan peran keluarga dalam upaya pencegahan DBD.
“Upaya menjaga kesehatan lingkungan dapat dimulai dari rumah. Ketika masyarakat memahami caranya, pencegahan DBD bisa dilakukan secara berkelanjutan,” katanya.
Antusiasme peserta terlihat dari keaktifan ibu-ibu PKK Desa Purworejo dalam mengikuti seluruh tahapan kegiatan, mulai dari penyampaian materi hingga praktik langsung. Diskusi dan tanya jawab berlangsung interaktif, menunjukkan tingginya minat masyarakat terhadap pemanfaatan bahan alami dan pengelolaan limbah rumah tangga.
Melalui kegiatan tersebut, mahasiswa KKN UMKU berharap masyarakat mampu menerapkan langkah sederhana dalam mencegah DBD sekaligus lebih bijak dalam mengelola limbah rumah tangga agar bermanfaat dan ramah lingkungan.
“Harapannya, kegiatan ini dapat terus diterapkan secara mandiri oleh masyarakat sebagai upaya menjaga kesehatan keluarga dan lingkungan,” pungkas Diana salah satu perwakilan mahasiswa KKN UMKU Kelompok 30. (YM/YM)







