Kenali Kusta Sejak Dini, Bercak Mati Rasa Jadi Alarm Penting

oleh -20 Dilihat
Foto: ilustrasi

Kudus, isknews.com – Munculnya bercak pada kulit anak kerap dianggap sepele oleh orang tua. Padahal, jika bercak tersebut disertai rasa kebas atau mati rasa, kondisi itu bisa menjadi tanda awal kusta yang perlu segera diperiksakan. Deteksi sejak dini menjadi kunci utama untuk mencegah kerusakan saraf hingga risiko kecacatan pada anak.

Dokter Spesialis Kulit dan Kelamin dari Program Studi Dermato Venereologi Estetika Fakultas Kedokteran Universitas Diponegoro, Dr dr Renni Yuniati SpDVE Sub SpDT FINSDV FAADV MH, menjelaskan bahwa kusta merupakan penyakit infeksi kronis yang disebabkan oleh bakteri Mycobacterium leprae. Penyakit ini umumnya menyerang kulit serta saraf tepi, namun dapat disembuhkan apabila dikenali lebih awal.

Menurutnya, tantangan terbesar dalam penanganan kusta pada anak adalah gejala awal yang sering tampak ringan. Banyak kasus diawali dengan bercak yang menyerupai panu, alergi, atau gangguan kulit biasa, sehingga sering diabaikan. Akibatnya, pasien baru datang berobat ketika sudah muncul gangguan rasa, kelemahan anggota gerak, bahkan kecacatan.

Ia menegaskan, kemunculan kusta pada anak tidak hanya menjadi persoalan kesehatan individu, tetapi juga menjadi indikator masih adanya penularan di lingkungan sekitar. Oleh karena itu, penemuan kasus secara dini sangat penting untuk memutus rantai penularan sekaligus mencegah dampak jangka panjang.

Lebih lanjut dijelaskan, anak memiliki kerentanan lebih tinggi karena masih dalam masa pertumbuhan, baik secara fisik maupun psikologis. Jika kusta terlambat ditangani, dampaknya tidak hanya pada kesehatan, tetapi juga bisa memengaruhi kepercayaan diri, aktivitas belajar, hingga interaksi sosial anak.

Data penelitian di Indonesia menunjukkan bahwa sebagian anak penderita kusta sudah mengalami disabilitas saat pertama kali didiagnosis. Hal ini menjadi bukti bahwa keterlambatan deteksi masih menjadi persoalan serius yang perlu mendapat perhatian bersama.

Adapun tanda awal kusta pada anak yang perlu diwaspadai antara lain munculnya bercak putih, kemerahan, atau lebih gelap yang tidak kunjung hilang. Selain itu, bercak tersebut biasanya disertai penurunan sensasi atau mati rasa saat disentuh. Gejala lain yang bisa muncul adalah kesemutan, kelemahan pada tangan atau kaki, hingga luka yang tidak terasa sakit.

“Yang sering terlewat adalah hilangnya rasa pada bercak. Ini justru tanda paling khas dari kusta,” jelasnya.

Untuk deteksi awal, orang tua dapat melakukan pengamatan sederhana di rumah, seperti membandingkan sensasi kulit pada area bercak dengan kulit normal. Namun demikian, diagnosis tetap harus ditegakkan oleh tenaga kesehatan melalui pemeriksaan klinis maupun penunjang jika diperlukan.

Dalam penanganannya, kusta dapat diobati dengan terapi kombinasi atau multidrug therapy (MDT) yang terbukti efektif membunuh bakteri penyebab penyakit. Dengan pengobatan yang tepat dan teratur, risiko penularan juga dapat ditekan secara signifikan.

Perkembangan terbaru di bidang medis juga menunjukkan bahwa penggunaan ultrasonografi (USG) saraf mulai dimanfaatkan untuk mendeteksi keterlibatan saraf lebih dini. Metode ini dinilai mampu membantu mengidentifikasi gangguan saraf bahkan sebelum gejala berat muncul.

Meski demikian, ia menekankan bahwa pemeriksaan tersebut hanya sebagai alat bantu dan bukan pengganti diagnosis utama. Penanganan tetap harus dilakukan secara komprehensif oleh tenaga medis yang kompeten.

Di sisi lain, stigma terhadap kusta masih menjadi tantangan tersendiri di masyarakat. Banyak keluarga yang enggan memeriksakan anak karena takut dikucilkan. Padahal, kusta tidak mudah menular melalui kontak biasa seperti berjabat tangan atau berdekatan.

“Yang perlu dilakukan bukan menjauhi, tetapi segera memeriksakan dan mengobati,” tegasnya.

Ia pun mengajak masyarakat untuk lebih peduli terhadap tanda-tanda awal kusta serta tidak ragu mencari pertolongan medis. Dengan kesadaran yang meningkat, diharapkan lebih banyak kasus dapat ditemukan lebih cepat sehingga anak-anak dapat sembuh tanpa mengalami kecacatan.

“Pesannya sederhana, kalau ada bercak yang mati rasa, jangan ditunggu. Segera periksa,” pungkasnya. (AS/YM)

KOMENTAR SEDULUR ISK :