Besik Kubur, Tradisi Yang Masih Dilestarikan Warga Desa Sadang

oleh -2,779 kali dibaca

Kudus, isknews.com – Menjelang puasa biasanya masyarakat di berbagai daerah memiliki tradisi unik. Seperti Dhandhangan, Dugderan, mandi di sendang, hingga mencukur rambut, dan masih banyak tradisi unik lainnya yang masih bertahan hingga sekarang.

image

Seperti yang ada di Desa Sadang, Kecamatan Jekulo. Ada tradisi unik yang hanya dilakukan setahun sekali menjelang puasa, yakni tradisi besik kubur. Biasanya satu hari menjelang puasa warga berbondong-bondong mendatangi kubur islam Desa Sadang. Tujuannya tak lain untuk membersihkan atau merapikan makam sanak keluarga yang sudah meninggal dunia.

Salah seorang pengurus Kubur Islam Sadang Sutoyo menjelaskan, acara ini sudah berlangsung sejak lama. Selain untuk membersihkan makam, tradisi ini merupakan wujud syukur pada Allah SWT atas rahmat yang telah diberikan. Sekaligus menyambut datangnya bulan suci ramadan, dan menjadi pengingat bahwa suatu saat nanti kita juga akan kembali kepada sang pencipta.

“Biasanya masyarakat pada pagi harinya besik-besik kubur, dilanjutkan pada siang hari setelah dhuhur membawa tenongan ke area di sekitar pemakaman yang telah disediakan panitia. Gunanya untuk bersama-sama berdoa meminta kepada Allah SWT agar ahli kubur Desa Sadang dilapangkan kuburnya dan diampuni segala dosa-dosanya,” terang Sutoyo.

Tradisi ini, katanya, sudah berlangsung turun temurun. Sehingga tanpa diumumkan pun warga sudah mempersiapkan segala sesuatunya sejak pagi hari. “Kegiatan ini sangat positif karena dengan acara besik kubur bisa membangkitkan kekompakan masyarakat. Daerah lain belum tentu ada tradisi seperti ini, jadi sudah semestinya kita lestarikan dan jaga dengan catatan tetap dalam jalur yang benar sesuai ajaran islam, jangan sampai melenceng meminta pada orang yang sudah meninggal,” jelasnya. (MK)

KOMENTAR SEDULUR ISK :