Kudus, isknews.com – Badan Pusat Statistik (BPS) akan melaksanakan kegiatan Sensus Ekonomi secara nasional mulai Mei hingga Agustus 2026. Di Kabupaten Kudus, pendataan ini diharapkan mampu menggambarkan kondisi riil perekonomian masyarakat secara menyeluruh.
Kepala BPS Kabupaten Kudus, Eko Suharto, mengatakan bahwa sensus ini bertujuan untuk merekam berbagai aktivitas ekonomi yang berkembang di masyarakat, mulai dari skala kecil hingga besar.
“Selama Mei sampai Agustus nanti, kami akan melakukan pendataan kegiatan ekonomi, khususnya di Kudus. Kami berharap masyarakat dapat memberikan jawaban yang jujur dan akurat saat didatangi petugas,” ujarnya usai press rilis, Kamis (2/4/2026).
Ia menjelaskan, data yang dihimpun nantinya akan digunakan untuk memetakan kondisi perekonomian daerah, termasuk perubahan yang terjadi, kontribusi tiap sektor, hingga potensi komoditas unggulan.
“Dengan data yang lengkap, kita bisa mengetahui sektor mana yang dominan, bagaimana kontribusinya, serta perkembangan ekonomi di Kudus secara menyeluruh,” jelasnya.
Eko menambahkan, pihaknya saat ini masih menunggu alokasi jumlah petugas dari pusat. Namun demikian, BPS Kudus telah menyiapkan mitra lapangan dan membuka kemungkinan rekrutmen tambahan jika diperlukan.
“Kita sudah punya mitra, tetapi kalau masih kurang, akan dilakukan rekrutmen petugas. Sebagai gambaran, pada sensus pertanian tahun 2023 lalu jumlah petugas mencapai sekitar 400 orang,” ungkapnya.
Dalam pelaksanaannya, para petugas sensus nantinya akan dibekali pelatihan sebelum turun ke lapangan. Mereka akan melakukan wawancara langsung dengan responden terkait kondisi ekonomi rumah tangga maupun usaha yang dijalankan.
“Petugas akan menanyakan berbagai hal, seperti jumlah usaha, tenaga kerja, nilai produksi, hingga kendala yang dihadapi pelaku usaha,” terangnya.
Lebih lanjut, sensus ekonomi kali ini juga akan menyoroti perkembangan sektor ekonomi kreatif yang kini semakin berkembang, termasuk aktivitas perdagangan berbasis online hingga profesi digital seperti konten kreator.
“Kita ingin menangkap fenomena ekonomi kekinian, seperti perdagangan online, videografer, youtuber, dan sektor kreatif lainnya agar datanya bisa terekam dengan baik,” imbuhnya.
Eko menegaskan, akurasi data sangat bergantung pada keterbukaan masyarakat dalam memberikan informasi. Oleh karena itu, pihaknya mengimbau warga Kudus untuk berpartisipasi aktif demi menghasilkan data yang berkualitas.
“Data ini penting untuk perencanaan pembangunan ke depan. Maka kami harap masyarakat bisa mendukung dengan memberikan informasi yang sebenarnya,” pungkasnya. (AS/YM)



