Inflasi Kudus Capai 0,40 Persen, Emas dan Cabai Merah Jadi Pemicu Utama

oleh -419 Dilihat
Foto: BPS Kudus saat menggelar Press Rilis Bulanan., (Foto: Aris Sofiyanto/ISKNEWS.COM)

Kudus, isknews.com – Kenaikan harga emas perhiasan dan cabai merah menjadi faktor utama penyebab inflasi di Kabupaten Kudus, Jawa Tengah, pada Oktober 2025. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) Kudus, tingkat inflasi bulan tersebut tercatat sebesar 0,40 persen dengan Indeks Harga Konsumen (IHK) mencapai 109,21.

Kepala BPS Kudus, Eko Suharto, menjelaskan bahwa emas perhiasan tercatat sebagai komoditas dengan andil inflasi tertinggi sebesar 0,153 persen. Sementara itu, komoditas lain yang turut memberikan sumbangan antara lain cabai merah (0,070 persen), telur ayam ras (0,062 persen), daging ayam ras (0,037 persen), dan rokok sigaret kretek mesin (0,016 persen).

“Emas perhiasan menjadi penyumbang tertinggi terhadap inflasi bulan Oktober. Namun, beberapa bahan pangan segar yang mengalami penurunan harga membantu menahan inflasi agar tidak lebih tinggi,” jelas Eko Suharto, Selasa (4/11/2025).

Beberapa komoditas yang mengalami penurunan harga (deflasi) di antaranya bawang putih, buah naga, cabai rawit, semangka, dan ikan bawal. Menurut Eko, penurunan harga komoditas tersebut cukup berperan dalam menjaga stabilitas harga di tingkat konsumen.

Secara tahunan (year on year), inflasi di Kudus mencapai 2,95 persen, didorong oleh kenaikan harga pada kelompok makanan, minuman, dan tembakau sebesar 4,87 persen dengan andil 1,32 persen, serta kelompok perawatan pribadi dan jasa lainnya yang naik 8,58 persen dengan andil 0,57 persen.

Eko menegaskan, kondisi inflasi di Kudus masih tergolong terkendali dan berada di bawah batas kewaspadaan. “Kita tetap perlu mewaspadai potensi kenaikan harga menjelang akhir tahun, terutama dari komoditas pangan dan kebutuhan rumah tangga yang sensitif terhadap cuaca dan permintaan,” ujarnya.

BPS juga mencatat bahwa sektor transportasi dan perumahan relatif stabil, sementara kelompok kesehatan dan pendidikan menunjukkan adanya peningkatan harga.

Berdasarkan IHK, inflasi di Kudus setara dengan rata-rata inflasi di Jawa Tengah. Daerah dengan inflasi tertinggi pada Oktober 2025 adalah Kota Surakarta (0,49 persen), sedangkan yang terendah tercatat di Kabupaten Cilacap dan Banyumas (Purwokerto), masing-masing sebesar 0,33 persen. (AS/YM)