Kudus, isknews.com – Sebanyak 622 petugas telah disiapkan Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Kudus untuk mendukung pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026. Saat ini, ratusan petugas tersebut sedang menjalani pelatihan sebagai tahap akhir sebelum diterjunkan melakukan pendataan di lapangan yang dijadwalkan dimulai pertengahan Juni mendatang.
Kepala BPS Kabupaten Kudus Eko Suharto melalui Statistisi Ahli Madya BPS Kabupaten Kudus, Kusuma Agung Handaka, menyampaikan bahwa persiapan sensus kini memasuki fase penguatan kapasitas petugas agar siap menjalankan tugas di wilayah masing-masing.
“Di Kabupaten Kudus saat ini kami sudah berada pada tahap pelatihan petugas. Total ada 622 calon petugas yang telah lolos seluruh proses seleksi dan kini mengikuti pembekalan,” katanya saat ditemui, Kamis (4/6/2026).
Menurut Kusuma, seluruh peserta yang mengikuti pelatihan merupakan calon petugas yang berhasil melewati berbagai tahapan seleksi yang diselenggarakan BPS. Tahapan tersebut meliputi pemeriksaan administrasi, tes kompetensi, wawancara, hingga penyampaian pakta integritas.
Untuk memaksimalkan proses pembelajaran, pelatihan dibagi dalam tiga gelombang. Gelombang pertama berlangsung pada 2–4 Juni, gelombang kedua dijadwalkan pada 8–10 Juni, sedangkan gelombang terakhir digelar pada 11–13 Juni 2026.
Kegiatan pembekalan dilaksanakan di dua lokasi berbeda, yakni Hotel Griptha dan Hotel Sapphire Kudus. Dalam pelatihan tersebut, peserta memperoleh materi tentang teknik pendataan, penggunaan perangkat dan aplikasi sensus, serta tata cara berinteraksi dengan responden saat bertugas di lapangan.
Usai mengikuti pelatihan, para petugas akan mulai menjalankan pendataan yang direncanakan berlangsung selama sekitar 75 hari. Kegiatan lapangan tersebut dimulai pertengahan Juni dan ditargetkan selesai pada akhir Agustus 2026.
Kusuma menjelaskan bahwa metode pengumpulan data akan disesuaikan dengan jenis responden yang didata. Untuk perusahaan besar yang telah masuk dalam basis data BPS dan memiliki alamat email aktif, proses pendataan akan diawali melalui pengisian kuesioner secara mandiri melalui sistem berbasis web.
“Perusahaan yang memiliki email akan kami kirimi tautan pengisian mandiri berbasis web. Setelah itu akan dipantau apakah mereka sudah mengisi atau belum,” ujarnya.
Apabila terdapat kendala dalam pengisian secara online, petugas akan melakukan pendampingan. Bahkan jika diperlukan, proses pengumpulan data dapat dilakukan melalui wawancara langsung agar informasi yang dibutuhkan tetap dapat diperoleh secara lengkap.
Sementara itu, pelaku usaha mikro, kecil, serta usaha perorangan yang belum memiliki akses pengisian daring akan didatangi langsung oleh petugas melalui metode door to door.
Dalam pembagian tugas, BPS telah mengatur wilayah kerja berdasarkan satuan lingkungan setempat (SLS) atau RT. Penentuan beban kerja dilakukan secara proporsional dengan memperhitungkan jumlah keluarga dan unit usaha di masing-masing wilayah.
“Muatan kerja petugas dibuat seimbang. Jangan sampai ada petugas yang bebannya terlalu banyak sementara yang lain terlalu sedikit, karena honor yang diterima sama,” jelasnya.
Sebelum memulai pendataan, petugas diwajibkan berkoordinasi dengan pemerintah desa maupun ketua RT setempat. Langkah ini dilakukan agar masyarakat mengetahui keberadaan petugas sekaligus memahami tujuan pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026.
Kusuma menegaskan bahwa sensus ekonomi merupakan kegiatan pendataan berskala nasional yang menjangkau seluruh keluarga dan pelaku usaha. Karena itu, cakupan pendataan tidak hanya menyasar perusahaan besar, tetapi juga usaha kecil hingga usaha rumahan.
“Karena ini sensus, cakupannya menyeluruh. Semua keluarga akan didata dan seluruh usaha juga akan dicatat sebagai bagian dari pengumpulan data ekonomi nasional,” terangnya.
Sebelumnya, BPS Kabupaten Kudus membuka pendaftaran calon mitra statistik tambahan pada 8–14 Mei 2026 guna mendukung pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026. Setelah melalui proses seleksi administrasi, tes kompetensi, wawancara, seleksi akhir, dan pengumpulan pakta integritas, peserta yang lolos diumumkan pada 25 Mei 2026.
Melalui pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026, BPS berharap dapat memperoleh data yang lebih akurat mengenai kondisi ekonomi masyarakat dan perkembangan dunia usaha di Kabupaten Kudus. Data tersebut nantinya akan menjadi salah satu dasar penting dalam penyusunan kebijakan pembangunan yang lebih efektif dan tepat sasaran. (AS/YM)





