Regional, isknews.com – Bupati Kudus Sam’ani Intakoris bersama Wakil Bupati Kudus Bellinda Birton menghadiri Upacara Peringatan Hari Jadi ke-80 Provinsi Jawa Tengah Tahun 2025 di Lapangan Kawasan Industri Terpadu Batang (KITB), Selasa (19/8/2025).
Upacara berlangsung khidmat dengan Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi bertindak sebagai inspektur upacara.
Dalam sambutannya, Gubernur Ahmad Luthfi menegaskan bahwa Jawa Tengah merupakan rumah yang ramah bagi investor. Hal ini menjadi bukti komitmen pemerintah provinsi dalam menjaga iklim usaha yang kondusif, sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi daerah yang inklusif dan berkelanjutan.
Peserta upacara yang terdiri dari Wakil Gubernur Jawa Tengah Taj Yasin, jajaran Forkopimda Jateng, kepala OPD dan BUMD Pemprov Jateng, serta 35 bupati/wakil bupati dan wali kota/wakil wali kota di Jawa Tengah, kompak menggunakan pakaian adat khas Jawa.
Gubernur Ahmad Luthfi membeberkan sejumlah capaian positif dalam pembangunan Jawa Tengah pada semester I tahun 2025, yang patut dibanggakan.
Di antaranya, laju pertumbuhan ekonomi meningkat, realisasi investasi tumbuh positif, kemudian penyerapan tenaga kerja juga meningkat, serta angka kemiskinan yang mengalami penurunan.
“Capaian kita pada semester I tahun 2025 menunjukkan kemajuan yang menggembirakan. Pertumbuhan ekonomi meningkat, investasi tumbuh, lapangan kerja tambah, serta angka kemiskinan turun,” kata Luthfi, dalam amanahnya, saat memimpin upacara.
Berdasarkan data BPS, laju ekonomi Jawa Tengah pada semester I 2025 secara year on year (y-on-y) tumbuh sebesar 5,28 persen.
“Pertumbuhan itu meningkat dari capaian semester I 2024, yang tumbuh sebesar 4,93 persen,” ujarnya.
Sementara angka kemiskinan di Jawa Tengah juga menurun dengan persentase penduduk miskin pada Maret 2025 sebesar 9,48 persen. Angka itu menurun 0,10 persen dibanding September 2024, yang mencapai 9,58 persen.
Hal tersebut dibuktikan dengan realisasi investasi pada semester I 2025, yang menembus Rp45,58 triliun. Capaian itu meningkat dari realisasi investasi pada triwulan I 2025, sebesar Rp21,85 triliun.
Nilai investasi tersebut turut berkontribusi pada meningkatnya serapan tenaga kerja. Pada semester I 2025, jumlah tenaga kerja yang terserap sebanyak 222.373 orang. Angka itu meningkat dibandingkan triwulan I 2025 sebanyak 97.550 orang.
Luthfi mengatakan, capaian ini berhasil membawa Jawa Tengah sebagai provinsi dengan serapan tenaga kerja tertinggi di Pulau Jawa, mengalahkan empat provinsi lain, seperti DKI Jakarta, Jawa Barat, Jawa Timur, dan Banten.
Meski begitu, menurut dia, Jateng masih memiliki sejumlah pekerjaan rumah yang perlu diintervensi bersama. Yakni, pengendalian inflasi, realisasi APBD, renovasi rumah tak layak huni, serta akselerasi program kesehatan, pendidikan, pemberdayaan ekonomi masyarakat.
“Namun kita punya pekerjaan rumah, yaitu menjaga inflasi tetap terkendali, realisasi APBD, serta memastikan program sosial RTLH, kesehatan, pendidikan, dan pemberdayaan ekonomi berjalan tepat sasaran,” kata dia.
Di sisi lain, yang tak kalah penting adalah bersama-sama menjaga kondusivitas wilayah. Pasalnya, nyawa Jawa Tengah adalah gotong royong dan kebersamaan.
“Susah bareng-bareng (bersama-sama), seneng juga bareng-bareng. Dan hari ini dalam rangka 80 tahun, kita harus senang bareng-bareng,” ucap mantan Kapolda Jateng tersebut.
Lebih lanjut, dia mengajak seluruh elemen untuk menjaga spirit kolaborasi di Hari Jadi ke-80 provinsi ini. Dengan kolaborasi, dia yakin Jawa Tengah akan menjadi provinsi yang maju, berdaya saing, dan berkelanjutan, untuk menggapai Indonesia Emas 2045.
“Saya mengajak seluruh jajaran dunia usaha, akademisi, dan masyarakat, untuk terus bergandengan tangan, untuk mewujudkan Jawa Tengah yang berdaya saing, tata tentrem kerta raharja (tertib, tentram, sejahtera, dan berkecukupan),” ungkap Luthfi.

Senada dengan hal tersebut, Bupati Kudus Sam’ani Intakoris menyampaikan kesiapan Kabupaten Kudus untuk memberikan kontribusi nyata bagi pembangunan Jawa Tengah. Menurutnya, Kudus siap berperan aktif dalam mendukung program strategis pemerintah provinsi, baik di bidang investasi, peningkatan kesejahteraan masyarakat, maupun penguatan daya saing daerah. (AS/YM)








