KUDUS, ISKNEWS.COM – Bupati Kudus Sam’ani Intakoris mengapresiasi pengabdian dan dedikasi Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Cabang Kudus dalam meningkatkan derajat kesehatan masyarakat. Ia mendorong seluruh tenaga kesehatan untuk memperkuat kolaborasi, terutama dalam upaya pencegahan penyakit dan peningkatan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya pemeriksaan kesehatan sejak dini.
Apresiasi tersebut disampaikan Sam’ani saat membuka Seminar Kesehatan bertajuk “Holistic Strategies for Metabolic Disease Control” yang diselenggarakan IDI Cabang Kudus di Hotel @HOM Kudus, Sabtu (24/10/2026). Kegiatan itu menjadi bagian dari peringatan HUT ke-76 IDI, dengan dihadiri Ketua TP PKK Kabupaten Kudus, Endhah Sam’ani Intakoris, serta para tenaga kesehatan dan pemangku kepentingan terkait.
Sam’ani menilai, peran dokter tidak hanya penting dalam menangani pasien yang sakit, tetapi juga dalam mengedukasi masyarakat agar mampu menjaga kesehatan dan mencegah munculnya penyakit.
“Atas nama Pemerintah Kabupaten Kudus, kami mengapresiasi pengabdian dan dedikasi IDI yang telah melayani masyarakat di bidang kesehatan,” ujarnya.
Menurutnya, upaya meningkatkan derajat kesehatan masyarakat harus dilakukan secara bersama-sama, baik oleh dokter di rumah sakit umum, puskesmas, maupun fasilitas kesehatan swasta. Sinergi tersebut diperlukan agar masyarakat memperoleh pelayanan kesehatan yang optimal dan merata.
“Mari kita tingkatkan terus. Dokter yang ada di rumah sakit umum, puskesmas, maupun swasta, semuanya kita satukan untuk memberikan pelayanan terbaik bagi masyarakat,” tegasnya.
Sam’ani juga menekankan pentingnya pemeriksaan kesehatan secara berkala sebagai langkah mendeteksi potensi penyakit sejak dini. Masyarakat diharapkan tidak hanya datang ke fasilitas kesehatan ketika mengalami keluhan, tetapi juga memanfaatkan layanan pemeriksaan preventif, termasuk program Cek Kesehatan Gratis (CKG).
“Masyarakat datang ke puskesmas tidak harus menunggu sakit. Dalam kondisi sehat pun bisa melakukan pemeriksaan kesehatan. Kalau diketahui sejak awal, penanganannya bisa dilakukan dengan lebih baik,” jelasnya.
Selain kesehatan fisik, Pemkab Kudus turut memberikan perhatian terhadap kesehatan jiwa, khususnya bagi anak-anak dan generasi muda. Edukasi kepada keluarga dan lingkungan sekolah dinilai penting untuk mencegah stres, depresi, serta perundungan yang dapat memengaruhi kondisi psikologis anak.
Sementara itu, Ketua IDI Cabang Kudus, dr. Wahyu Wijanarko, M.Si., M.Ed., Sp.B., menjelaskan bahwa seminar tersebut merupakan puncak rangkaian Hari Bakti Dokter Indonesia (HBDI) ke-118. Sejumlah kegiatan telah dilaksanakan sejak sekitar Mei atau Juni 2026, di antaranya penyaluran bantuan air bersih bagi wilayah terdampak kekeringan serta kegiatan olahraga melalui lomba padel.
Menurut Wahyu, tema pengendalian penyakit metabolik dipilih karena adanya kekhawatiran terhadap peningkatan kasus penyakit tersebut, termasuk diabetes tipe 2 pada anak-anak. Perubahan pola makan dan kebiasaan hidup menjadi faktor yang perlu mendapat perhatian bersama, termasuk keterlibatan keluarga dan pelaku industri pangan dalam mendukung pola konsumsi yang lebih sehat.
IDI Cabang Kudus juga berencana menyusun policy brief atau rekomendasi kebijakan berbasis kajian ilmiah dan riset lokal untuk disampaikan kepada Pemerintah Kabupaten Kudus. Dokumen tersebut diharapkan dapat menjadi bahan pertimbangan dalam merumuskan langkah pencegahan dan pengendalian penyakit metabolik sesuai kondisi masyarakat setempat.
Wahyu menegaskan, kontribusi dokter kepada masyarakat tidak sebatas memberikan pengobatan, tetapi juga mencakup edukasi, pencegahan penyakit, kegiatan sosial, serta penyusunan rekomendasi berbasis bukti ilmiah.
“Harapannya, IDI bisa lebih berkontribusi dibandingkan sebelumnya. Sebagai organisasi profesi dokter, kontribusi kepada masyarakat tidak selalu berorientasi pada pengobatan. Kami juga ingin memberikan rekomendasi kepada pemerintah daerah berdasarkan kajian ilmiah, masukan para ahli, praktisi, dan hasil riset lokal, khususnya terkait meningkatnya penyakit sindrom metabolik,” pungkasnya. (YM/YM)








