Bupati Kudus: Hari Jadi Momentum Refleksi dan Penghargaan kepada Para Pendahulu

oleh -477 Dilihat
Bupati Kudus Sam’ani Intakoris bersama Wakil Bupati Bellinda Birton berziarah di Pesarean Sedo Mukti, Kaliputu. Ziarah ini menjadi wujud penghormatan sekaligus refleksi atas jasa para pendahulu yang telah membangun Kudus. (Foto: Aris Sofiyanto/ISKNEWS.COM)

Kudus, isknews.com – Peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-476 Kabupaten Kudus tidak sekadar menjadi ajang seremonial tahunan, melainkan sarat makna sebagai ruang refleksi dan penghormatan terhadap jasa para pendahulu. Hal itu disampaikan Bupati Kudus, Sam’ani Intakoris didampingi Wakil Bupati Kudus, Belinda Birton, saat menghadiri rangkaian kegiatan peringatan hari jadi, Selasa (23/9/2025).

Sam’ani menegaskan, tradisi memperingati ulang tahun Kudus sudah diwariskan sejak masa kepemimpinan bupati-bupati terdahulu. Karena itu, kegiatan ini bukan hanya pesta rakyat, melainkan juga bentuk penghargaan kepada tokoh yang telah berjasa membangun Kudus.

“Ini agenda biasa, kegiatan Hari Ulang Tahun Kabupaten Kudus, bukti bahwa sejak para bupati terdahulu memang sudah menjadi tradisi,” ungkap Sam’ani.

Lebih lanjut, ia menekankan bahwa masyarakat perlu memahami peringatan hari jadi secara lebih mendalam. Menurutnya, semangat yang dibawa dalam perayaan ini adalah kebersamaan, rasa tawadhu, serta penghormatan terhadap para pemimpin terdahulu.

“Ini sebagai refleksi bahwa kita juga tawadhu, juga menghargai para pendahulu-pendahulu kita,” tegasnya.

Kompleks Pesarean Sedo Mukti di Desa Kaliputu, Kecamatan Kota Kudus, menjadi salah satu bukti nyata jejak sejarah kepemimpinan di Kudus. Di lokasi tersebut dimakamkan tujuh bupati Kudus dari generasi awal, termasuk Bupati Darsono. Selain itu, terdapat pula tokoh nasional seperti Drs. RMP Sosrokartono, kakak Raden Ajeng Kartini yang dikenal sebagai intelektual sekaligus wartawan perang pertama asal Indonesia.

Tradisi ziarah ke Pesarean Sedo Mukti biasanya semakin ramai setiap peringatan Hari Jadi Kudus. Juru kunci Pesarean Sidomukti ke-10, Temu Sunarto, menyebut ziarah ini adalah upaya menjaga warisan sejarah sekaligus mengenang jasa para pemimpin terdahulu.

Sam’ani berharap, nilai-nilai luhur yang ditanamkan para tokoh dan pemimpin di masa lampau dapat terus diwarisi oleh generasi sekarang. Dengan demikian, Kudus mampu melangkah maju tanpa meninggalkan akar sejarahnya. (AS/YM)

KOMENTAR SEDULUR ISK :