Harmoni dalam Toleransi, Kudus Rayakan Hari Jadi ke-476 dengan Kenduren Massal

oleh -829 Dilihat
Suasana kebersamaan warga Kudus saat Kenduren Massal memperingati HUT ke-476, yang mengusung tema Harmoni dalam Toleransi. (Foto: Aris Sofiyanto/ISKNEWS.COM)

Kudus, isknews.com – Semangat Harmoni dalam Toleransi mewarnai peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-476 Kabupaten Kudus. Ribuan warga dari berbagai kalangan tumpah ruah mengikuti Kenduren Massal yang digelar pada Senin (22/9/2025) malam, sebagai wujud syukur sekaligus simbol kerukunan masyarakat Kudus.

Bupati Kudus, Sam’ani Intakoris, menyampaikan rasa syukur atas terselenggaranya tradisi yang sarat makna tersebut. Menurutnya, kenduren tidak sekadar menjadi agenda tahunan, melainkan juga wujud nyata rasa syukur kepada Allah SWT serta sarana memperkokoh kebersamaan.

“Alhamdulillah, pada hari ini kita bisa berkumpul dalam suasana penuh kebahagiaan. Kenduren Massal menjadi simbol kerukunan dan persatuan, sekaligus memperkuat solidaritas sosial di tengah masyarakat,” ujarnya.

Sam’ani menegaskan, keharmonisan hanya dapat terwujud apabila masyarakat mampu menghargai perbedaan dan menempatkan toleransi sebagai nilai utama. Dengan demikian, keberagaman yang ada di Kudus justru menjadi kekuatan untuk membangun daerah.

“Kita semua berkumpul di sini tanpa sekat, baik pemerintah maupun masyarakat. Inilah bukti bahwa Kudus adalah rumah bersama, di mana kerjasama menjadi kunci untuk mencapai kesejahteraan,” tambahnya.

Lebih jauh, Sam’ani menyebut bahwa tradisi kenduren memiliki filosofi mendalam bagi masyarakat Jawa. Selain sebagai ungkapan syukur, tradisi ini juga meneguhkan semangat gotong royong, mempererat persaudaraan, serta menjadi perekat sosial. Nilai-nilai tersebut, menurutnya, penting dalam menjaga stabilitas dan kondusifitas daerah.

“Kondisi aman, damai, dan tenteram yang kita rasakan saat ini tidak lepas dari peran ulama, tokoh masyarakat, jajaran Forkopimda, dan seluruh elemen warga. Inilah fondasi kuat dalam melangkah menuju masa depan Kudus yang lebih baik,” tegasnya.

Bupati juga mengajak seluruh masyarakat untuk terus bersinergi mendukung program pembangunan daerah. Kolaborasi antara pemerintah dan masyarakat disebut sebagai kunci keberhasilan dalam meningkatkan kesejahteraan bersama.

“Tanpa dukungan masyarakat, pemerintah tidak bisa berjalan sendiri. Demikian pula sebaliknya. Maka mari kita jaga hubungan harmonis ini dengan saling mendukung, berkolaborasi, dan bekerja sama,” tuturnya.

Di akhir acara, Sam’ani mengajak warga untuk berdoa bersama demi keselamatan dan keberkahan Kudus. Ia berharap, di usia ke-476 ini, Kudus senantiasa diberi perlindungan oleh Allah SWT serta dijauhkan dari segala mara bahaya.

“Mudah-mudahan Kudus selalu menjadi negeri yang aman, damai, tenteram, dan mendapat limpahan berkah dari Allah SWT. Negeri yang baldatun thayyibatun wa rabbun ghafur,” pungkasnya. (AS/YM)