Kudus, isknews.com – Bupati Kudus Sam’ani Intakoris memimpin langsung kegiatan bersih-bersih Sungai Gelis yang digelar bersama lintas instansi, Ormas dan komunitas, dalam program rutin yang ia canangkan untuk menjaga kebersihan aliran sungai di Kabupaten Kudus.
Aksi ini berlangsung dibawah leading sector Dinas PKPLH, Dinas PUPR, TNI-Polri, LSM Laskar Lereng Muria, para relawan, hingga perusahaan swasta.
“Terima kasih. Hari ini kita lakukan kejabatan bersama-sama semua pihak dalam rangka besi-besi Kali Gelis yang merupakan aset lingkungan dan identitas warga Kudus yang harus dijaga sesuai namanya Geulis yang dalam bahasa Sunda artinya cantik, agar sungai ini terus menjadi semakin cantik,” ujar Sam’ani disela-sela kerja bakti bersama.
Dalam kegiatan tersebut, Bupati memberikan apresiasi khusus kepada PT Sukun yang dinilai konsisten mendukung pelestarian lingkungan.
“Kami ucapkan terima kasih untuk Mas Alan dari PT Sukun yang konsen terhadap lingkungan hidup. Termasuk juga Relawan, Laskar Lereng Muria, PSN, Macan Tutul, maupun dari Balai Besar Wilayah Sungai,” ujarnya.
Bupati Sam’ani menegaskan bahwa keberhasilan menjaga kebersihan sungai membutuhkan keterlibatan semua pihak. Ia mendorong koordinasi dengan desa-desa yang dilintasi Sungai Gelis agar tidak membuang sampah ke sungai.
“Pada 2026 nanti, setiap desa kami kasih bantuan Rp100 juta untuk pengelolaan sampahnya. Setiap desa wajib memiliki TPS dan sistem pilah sampah,” kata Sam’ani.
Ia juga menyampaikan bahwa konsep pengelolaan sampah ini akan mengedepankan prinsip edukasi, koordinasi, dan penindakan. Dalam waktu dekat, desa-desa sekitar Sungai Gelis akan diajak berdiskusi dan berkomitmen dalam pengelolaan sampah lokal.
“Kita punya perda tentang K3, kalau buang sampah sembarangan bisa kena denda Rp50 ribu sampai Rp100 ribu. Tapi pendekatannya tetap persuasif, sambil memberikan edukasi terus-menerus,” imbuhnya.
Bupati menambahkan, Kudus tengah bersiap meningkatkan pengelolaan limbah organik dan anorganik melalui RDF (Refused Derived Fuel). RDF yang telah dikembangkan oleh Pura Group di TPA akan diperluas skalanya, dengan dukungan dari perusahaan seperti Djarum, Sukun, Nayorono, dan lainnya.
“Kalau nanti sampah dipilah dengan baik, organiknya bisa diambil oleh PT Djarum, sementara yang anorganik bisa dimanfaatkan oleh warga. Ini langkah sulit, tapi kalau diniatkan, insyaallah bisa berhasil. 50 persen keberhasilan saja sudah sangat bagus,” tegas Sam’ani.
Sementara itu, Kepala Dinas PKPLH Kudus, Abdul Halil, menyampaikan bahwa pihaknya masih menghadapi kendala teknis, khususnya dalam pengolahan lindi di TPA. Menurutnya, beberapa alat mengalami kerusakan dan membutuhkan peningkatan daya listrik.
“Target kami, minggu depan sudah ada titik terang. Kami mohon maaf kepada warga karena air lindi sempat mengganggu lingkungan. Tapi kami sedang memperbaiki alat insinerator, termasuk menyiapkan bahan-bahan kimia pendukungnya,” kata Abdul Halil.
Ia juga menyambut baik dukungan dari masyarakat, perusahaan, serta relawan seperti Laskar Lereng Muria yang turut terlibat dalam menyukseskan program kali bersih.
“Support penuh dan kolaborasi seperti ini yang kita butuhkan,” pungkas Halil.
Dalam kegiatan tersebut secara simbolis Bupati Kudus dan Kepala Dinas PKPLH dan perwakilan PR Sukun sempat menabur ribuan ikan ke sungai Gelis.
Program kebersihan sungai ini menjadi bagian penting dari misi Pemerintah Kabupaten Kudus untuk membangun daerah yang lebih sehat, bersih, dan berkelanjutan melalui gotong royong lintas elemen masyarakat. (YM/YM)










