Bupati Kudus Resmi Masuk Struktur Inti APKASI, Emban Tugas Perencanaan Pembangunan Nasional

oleh -175 Dilihat
Foto: Pemkab Kudus.

Kudus, isknews.com – Bupati Kudus, Sam’ani Intakoris, resmi masuk dalam jajaran struktur inti Dewan Pengurus Asosiasi Pemerintah Kabupaten Seluruh Indonesia (APKASI) Masa Bhakti 2025–2030. Ia dipercaya mengemban tugas strategis sebagai Ketua Bidang Perencanaan Pembangunan Nasional. Prosesi pengukuhan berlangsung khidmat di Puri Agung, Grand Sahid Jaya Hotel, Jakarta Pusat, Kamis (17/7/2025).

Pengukuhan tersebut turut dihadiri oleh sejumlah tokoh nasional, di antaranya Menteri Koordinator Bidang Pangan RI, Menteri Dalam Negeri, Menteri Desa PDTT, Menteri UMKM, Wakil Ketua DPR RI, Wakil Ketua DPD RI, serta wakil menteri dari berbagai kementerian. Selain itu, hadir pula para gubernur dan bupati dari seluruh penjuru Indonesia.

Usai dikukuhkan, Bupati Sam’ani menyampaikan rasa syukurnya atas amanah yang diberikan. Ia menegaskan komitmennya untuk berkontribusi secara nyata dalam mendukung pembangunan nasional berbasis potensi dan kebutuhan daerah.

“Alhamdulillah, hari ini saya resmi dilantik sebagai Ketua Bidang Perencanaan Pembangunan Nasional dalam struktur Dewan Pengurus APKASI Masa Bhakti 2025–2030. Semoga amanah ini dapat saya jalankan dengan sebaik-baiknya, memberikan kontribusi dan masukan strategis serta menyusun program kerja yang berdampak positif bagi pembangunan daerah dan kemajuan bangsa,” ujar Sam’ani.

Penunjukan ini menjadi bentuk kepercayaan nasional terhadap rekam jejak kepemimpinan Bupati Sam’ani dalam mendorong pembangunan daerah secara strategis dan berkelanjutan. Dalam peran barunya, ia menyatakan siap memperkuat kolaborasi antar kabupaten dalam merumuskan kebijakan pembangunan nasional yang inklusif dan berdampak langsung kepada masyarakat.

Sementara itu, Ketua Umum APKASI terpilih, Bursah Zarnubi yang juga menjabat sebagai Bupati Lahat, menyoroti pentingnya memperkuat otonomi daerah sebagai fondasi utama kemajuan kabupaten. Ia juga menyinggung hambatan birokrasi seperti kebijakan persetujuan teknis (pertek) yang dinilai menghambat kelincahan pemerintah daerah.

“Pemerintah pusat diharapkan hadir sebagai pembimbing yang mendorong pemerintah kabupaten untuk tumbuh lebih besar dan maju. Melalui kekompakan di internal APKASI, kami siap menjadi mitra aktif dalam mengawal dan menyukseskan program-program Presiden Prabowo, khususnya yang menyentuh langsung kepentingan masyarakat di daerah,” ujarnya.

Dalam kesempatan yang sama, Menteri Koordinator Bidang Pangan RI, Zulkifli Hasan, menegaskan bahwa sektor pertanian menjadi fokus utama Presiden Prabowo Subianto. Ia menyebut penguatan kelembagaan ekonomi desa, termasuk melalui Koperasi Desa Merah Putih (Kopdes), menjadi instrumen penting dalam mencapai kemandirian pangan nasional.

“Kita dorong Kopdes Merah Putih sebagai infrastruktur pemerintah di level desa. Kopdes bukan hanya koperasi biasa, tapi alat pemberdayaan konkret untuk swasembada pangan dan perputaran ekonomi desa,” kata Zulhas.

Menteri Dalam Negeri RI, Muhammad Tito Karnavian, dalam sambutannya mengapresiasi peran strategis APKASI dalam memperkuat sinergi pusat dan daerah. Ia mendorong kabupaten agar lebih mandiri secara fiskal melalui peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD), sehingga tidak semata bergantung pada transfer dana dari pemerintah pusat.

“Daerah akan jauh lebih cepat maju jika tidak hanya bergantung pada transfer dari pusat. Tingkatkan PAD. Kalau PAD besar, daerah pasti lebih kuat dan maju,” tegas Tito.

Dengan komposisi pengurus baru yang solid dan representatif, APKASI diharapkan mampu menjadi mitra strategis pemerintah pusat dalam mewujudkan pembangunan nasional yang adil, merata, dan menyentuh langsung kebutuhan rakyat di seluruh pelosok negeri. (AS/YM)

KOMENTAR SEDULUR ISK :