Bupati Sam’ani Canangkan Sensus Ekonomi 2026, Dorong Penyediaan Data Akurat untuk Pembangunan

oleh -2923 Dilihat
Bupati Kudus Sam’ani Intakoris secara resmi mencanangkan Sensus Ekonomi 2026 tingkat Kabupaten Kudus di Sapphire Boutique Hotel, Senin (8/6/2026). (Foto: istimewa)

Kudus, isknews.com – Bupati Kudus Sam’ani Intakoris secara resmi mencanangkan pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026 (SE2026) tingkat Kabupaten Kudus sebagai upaya memperkuat ketersediaan data yang akurat guna mendukung perencanaan pembangunan dan penyusunan kebijakan yang lebih tepat sasaran. Pencanangan tersebut berlangsung di Sapphire Boutique Hotel Kudus, Senin (8/6/2026).

Kegiatan ini menandai dimulainya rangkaian pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026 yang akan digelar oleh Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Kudus. Melalui pendataan tersebut, pemerintah berharap dapat memperoleh gambaran menyeluruh mengenai kondisi dan potensi perekonomian daerah hingga tingkat wilayah terkecil.

Dalam sambutannya, Bupati Sam’ani menyampaikan apresiasi kepada BPS Kabupaten Kudus yang terus berkomitmen menghadirkan data statistik berkualitas. Menurutnya, keberadaan data yang lengkap dan terpercaya memiliki peran penting dalam menentukan arah pembangunan daerah.

Ia menegaskan bahwa setiap kebijakan yang diambil pemerintah harus didasarkan pada informasi yang valid agar manfaatnya benar-benar dirasakan masyarakat. Karena itu, pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026 dinilai menjadi langkah strategis dalam menyediakan basis data yang kuat bagi berbagai sektor pembangunan.

“Data yang akurat merupakan fondasi utama dalam merumuskan kebijakan yang tepat sasaran. Karena itu, kami mengapresiasi BPS Kabupaten Kudus yang terus berupaya menghadirkan data berkualitas sebagai dasar pengambilan keputusan bagi pemerintah maupun berbagai pihak lainnya,” ujar Sam’ani.

Sebagai bentuk dukungan terhadap pelaksanaan sensus, Pemerintah Kabupaten Kudus telah menerbitkan surat edaran yang menginstruksikan seluruh jajaran terkait untuk mendukung kegiatan pendataan tersebut. Langkah ini diharapkan dapat memperlancar proses pelaksanaan sensus di lapangan.

Bupati juga mengajak masyarakat untuk berpartisipasi aktif dengan memberikan informasi yang benar dan sesuai kondisi sebenarnya kepada petugas sensus. Menurutnya, keterbukaan masyarakat akan sangat menentukan kualitas data yang dihasilkan.

“Kami mengajak seluruh masyarakat Kabupaten Kudus untuk memberikan data dan informasi secara jujur serta apa adanya kepada petugas sensus. Data yang dihimpun akan menjadi dasar dalam menentukan arah pembangunan demi mewujudkan Kudus yang Sejahtera, Harmoni, dan Takwa,” lanjutnya.

Sementara itu, Kepala BPS Kabupaten Kudus Eko Suharto menjelaskan bahwa pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026 dijadwalkan berlangsung mulai 15 Juni hingga 31 Agustus 2026. Pendataan dilakukan secara menyeluruh terhadap seluruh pelaku usaha nonpertanian melalui metode sensus dari rumah ke rumah atau door to door.

Menurut Eko, kegiatan ini bertujuan memperoleh data yang lengkap mengenai jumlah usaha, karakteristik kegiatan ekonomi, serta potensi ekonomi yang dimiliki Kabupaten Kudus. Hasil pendataan nantinya akan menjadi salah satu referensi penting dalam penyusunan berbagai program pembangunan.

Untuk mendukung kelancaran pelaksanaan sensus, BPS Kudus telah menyiapkan sebanyak 622 petugas lapangan. Mereka akan melakukan pendataan di 4.291 Satuan Lingkungan Setempat (SLS) dan Sub-SLS yang tersebar di seluruh wilayah Kabupaten Kudus.

“SE2026 akan menyediakan data ekonomi hingga wilayah terkecil. Untuk mendukung pelaksanaannya, kami menyiapkan 622 petugas lapangan yang akan mendata 4.291 Satuan Lingkungan Setempat (SLS) dan Sub-SLS di seluruh wilayah Kabupaten Kudus,” jelas Eko.

Ia menambahkan, data hasil sensus tidak hanya berguna bagi pemerintah daerah, tetapi juga dapat dimanfaatkan oleh kalangan akademisi, pelaku usaha, peneliti, hingga berbagai pemangku kepentingan lainnya untuk menyusun strategi pengembangan ekonomi dan investasi.

“Keberhasilan pembangunan tidak dapat dilepaskan dari kebijakan yang tepat sasaran, dan kebijakan yang baik harus didukung oleh data yang baik pula. Data hasil Sensus Ekonomi 2026 akan menjadi referensi penting bagi berbagai pihak dalam merancang langkah pembangunan dan pengembangan ekonomi daerah,” terangnya.

Melalui pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026, diharapkan tersedia data ekonomi yang lebih komprehensif, mutakhir, dan terpercaya sehingga mampu menjadi landasan dalam memperkuat pembangunan daerah, meningkatkan daya saing ekonomi, serta mendorong kesejahteraan masyarakat Kabupaten Kudus. (AS/YM)