Perdana di Kudus, Pekan Raya Hadirkan 150 Stan Pedagang Event, Kuliner hingga Fashion

oleh -147 Dilihat
Sejumlah pedagang mulai berdatangan dan loading dagangan menuju stan di arena Pekan raya Kudus. Sebuah event pedagang spesialis event yang akan digelar selama sepekan di Alun alun Simpang Tujuh, Kudus (Foto: YM)

KUDUS, isknews.com – Untuk pertama kalinya, acara yang menghimpun para pedagang spesialis event dari berbagai daerah hadir di Kabupaten Kudus.

Bertajuk Pekan Raya Kudus, kegiatan tersebut menjadi ruang bagi para pedagang yang selama ini aktif membuka stan dalam berbagai event besar di sejumlah kota dan kabupaten di Jawa Tengah serta daerah sekitarnya.

Pekan Raya Kudus bakal digelar di kawasan Alun-Alun Simpang Tujuh Kudus selama sepekan, mulai 29 September hingga 5 Oktober 2026.

Sekitar 150 stan disiapkan untuk para pedagang dan pelaku usaha. Beragam produk bakal ditawarkan kepada masyarakat, mulai dari kuliner, makanan, fashion hingga produk usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).

Wakil Ketua Pelaksana Pekan Raya Kudus, Galang Witantra, mengatakan kegiatan tersebut digagas untuk memberikan ruang bagi para pedagang event sekaligus pelaku UMKM untuk kembali berjualan di Kudus.

“Ini menjadi ruang bagi teman-teman UMKM dan pedagang event untuk kembali berjualan di Kudus,” ujar Galang Witantra.

Menurutnya, peserta Pekan Raya Kudus tidak seluruhnya berasal dari Kabupaten Kudus. Berdasarkan data panitia, sekitar 50 persen peserta merupakan pelaku usaha asal Kudus, sedangkan sisanya berasal dari luar daerah.

Galang menilai, potensi pasar di Kabupaten Kudus, khususnya sektor kuliner, cukup menjanjikan bagi para pedagang event. Hal tersebut menjadi salah satu pertimbangan penyelenggara menghadirkan para pedagang dari berbagai daerah untuk berjualan di Kudus.

“Kami melihat potensi pasar di Kudus, terutama kulinernya, sangat menjanjikan. Teman-teman pedagang event juga melihat Kudus sebagai pasar yang potensial,” jelasnya.

Selain aktivitas perdagangan, Pekan Raya Kudus juga akan menghadirkan berbagai hiburan bagi masyarakat. Selama kegiatan berlangsung, pengunjung dapat menyaksikan pertunjukan tari, pentas seni pelajar hingga penampilan sejumlah band lokal.

Galang Witantra menambahkan, panitia juga menyiapkan lomba konten kreator yang dapat diikuti oleh para pengunjung Pekan Raya Kudus. Menurutnya, lomba tersebut menjadi salah satu kegiatan tambahan untuk melibatkan masyarakat dalam memeriahkan event.

“Terkait lomba konten kreator bisa diikuti para pengunjung. Untuk teknisnya menyusul,” kata Galang Witantra.

Selain itu, panitia juga akan memberikan ruang bagi anak-anak Kudus yang sebelumnya pernah mengikuti Festival Lomba Seni dan Sastra Nasional (FLSN) untuk tampil dalam rangkaian kegiatan Pekan Raya Kudus.

Penampilan tersebut sekaligus menjadi bentuk apresiasi bagi para pelajar yang telah membawa nama Kudus dalam ajang seni.

“Nanti ada pentas seni dari anak-anak Kudus yang pernah ikut FLSN. Yang tampil nanti akan mendapatkan reward,” ungkapnya.

Pembukaan kegiatan dijadwalkan berlangsung pada Selasa, 29 September 2026 pukul 19.00 WIB. Opening ceremony akan diisi pertunjukan tari dan penampilan band.

Galang Witantra menyampaikan, pembukaan tersebut rencananya dihadiri Bupati Kudus Sam’ani Intakoris dan Wakil Bupati Kudus Bellinda Putri Sabrina Birton.

“Insyaallah opening ceremony dihadiri Bapak Bupati dan Ibu Wakil Bupati,” ungkapnya.

Rangkaian hiburan kemudian berlanjut pada 30 September dengan pentas seni pelajar dan penampilan Papayo. Pada 1 Oktober, pengunjung akan disuguhi pentas seni pelajar serta penampilan BAJ Band.

Kemudian pada 2 Oktober, agenda dilanjutkan dengan pentas seni pelajar dan penampilan Parapam. Selanjutnya, pada 3 Oktober terdapat pentas seni pelajar dan penampilan Menuju Utara.

Pada 4 Oktober, pentas seni pelajar akan disertai penampilan Sunrise. Sementara pada hari terakhir, 5 Oktober, rangkaian kegiatan diisi pentas seni pelajar dan penampilan Fahmi Fahrezi.

Untuk menambah kemeriahan suasana, panitia juga menyiapkan sekitar 250 lampion yang akan menghiasi area Pekan Raya Kudus.

Galang Witantra menegaskan, Pekan Raya Kudus merupakan event yang murni diselenggarakan secara swasta dan tidak menggunakan anggaran pendapatan dan belanja daerah (APBD). Seluruh pembiayaan kegiatan tersebut, kata dia, ditanggung sepenuhnya oleh pihak penyelenggara.

“Ini murni non-APBD. Seluruh pembiayaan event ini kami tanggung sepenuhnya dari pihak penyelenggara,” tegas Galang.

Ia mengatakan, sebelum pelaksanaan, pihak penyelenggara telah melakukan komunikasi dan koordinasi dengan sejumlah pemangku kepentingan serta dinas terkait untuk memastikan kegiatan dapat terlaksana dengan baik.

Pekan Raya Kudus diharapkan menjadi kesempatan bagi para pedagang event untuk kembali mendapatkan ruang berjualan di Kabupaten Kudus. Sebab, sebagian pedagang tersebut selama ini berpindah dari satu daerah ke daerah lain mengikuti berbagai agenda besar.

“Kami ingin memberikan ruang bagi pedagang sekaligus menghadirkan hiburan untuk masyarakat Kudus,” pungkas Galang Witantra. (YM/YM)

No More Posts Available.

No more pages to load.