Kudus, isknews.com – Gelaran PON Bela Diri Kudus 2025 tidak hanya menjadi ajang adu prestasi para atlet, tetapi juga membawa berkah bagi pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM). Salah satunya terlihat di Goodang Snack and Craft Indonesia, yang sejak hari pertama dibuka langsung diserbu pembeli dari berbagai daerah.
Rubiyanti, Koordinator Goodang Snack and Craft Indonesia, mengatakan pihaknya menampung produk dari puluhan pelaku UMKM lokal untuk dipasarkan selama penyelenggaraan PON Bela Diri. Tercatat ada 19 tenan yang menjajakan aneka makanan khas hingga suvenir Kudus di area Djarum Arena.
“Yang dijual di antaranya kue kering, keripik jamur, labu jipang, brownies, dan banyak lagi,” jelas Rubiyanti, Selasa (14/10/2025).
Antusiasme pengunjung membuat beberapa produk ludes hanya dalam hitungan jam. Tak sedikit pembeli yang merupakan atlet, ofisial, maupun penonton yang ingin membawa oleh-oleh khas Kudus. “Kami sangat senang karena produk UMKM Kudus bisa diterima dengan baik oleh masyarakat dari berbagai daerah,” imbuhnya.
Sementara itu, Ketua Panitia PON Bela Diri Kudus 2025 Ryan Gozali menuturkan bahwa pihaknya memang menyiapkan berbagai kegiatan dan fasilitas tambahan untuk mengenalkan potensi wisata dan ekonomi lokal.
“Semua tenan ini kami gratiskan biaya sewanya karena tujuannya agar PON Bela Diri Kudus semakin semarak dan bisa mengangkat ekonomi pelaku UMKM,” tuturnya.
Ia mengakui, dampak ekonomi dari penyelenggaraan PON Bela Diri Kudus 2025 terasa nyata. Selain stand kuliner dan suvenir yang ramai, seluruh hotel di Kudus juga penuh terisi. “Banyak yang awalnya ragu berjualan di sini, tapi ternyata hari pertama saja banyak makanan yang habis sebelum siang,” ujarnya.
Dengan tingginya antusias pengunjung dan larisnya produk UMKM, PON Bela Diri Kudus 2025 berhasil menunjukkan bahwa olahraga juga bisa menjadi penggerak ekonomi dan promosi budaya lokal. (AS/YM)






