Program Kota Masa Depan Grab dan OVO Dorong UMKM Kudus Berani Digital

oleh -394 Dilihat
Deputi Bidang Usaha Kecil Kementerian UMKM RI, Temmy Satya Permana dan Neneng Goenadi, Chief Executive Officer, Grab Indonesia; berinteraksi dengan perwakilan UMKM dalam acara Kota Masa Depan #BeraniDigital di Pendopo Kabupaten Kudus, Jawa Tengah, pada Jumat (19/12/2025) (Foto: YM)

Kudus, isknews.com – Grab Indonesia dan OVO bekerja sama dengan Kementerian Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) Republik Indonesia resmi memperluas jangkauan program Kota Masa Depan (Kolaborasi Nyata Untuk Masa Depan) ke kota ke-16, yakni Kabupaten Kudus, Jawa Tengah.

Program akselerasi digital ini menjadi bagian dari komitmen bersama dalam mendorong pertumbuhan UMKM dan mitra ekonomi kreatif di daerah agar semakin berdaya saing di era digital.

Puncak acara Program Kota Masa Depan Kudus berlangsung pada Jumat (19/12/2025) di Pendopo Kabupaten Kudus. Program ini mendapat dukungan penuh dari Pemerintah Kabupaten Kudus serta APINDO (Asosiasi Pengusaha Indonesia).

Mengusung tema “Berani Digital”, Kota Masa Depan Kudus telah berlangsung selama tiga bulan dengan memberikan berbagai pelatihan kepada ratusan pelaku UMKM lokal. Pelatihan tersebut meliputi pengembangan usaha, penguatan kapasitas, serta pendampingan pemanfaatan teknologi digital secara berkelanjutan untuk memperluas akses pasar dan mendorong pertumbuhan ekonomi daerah.

Pada kesempatan tersebut, Deputi Bidang Usaha Kecil Kementerian UMKM RI, Temmy Satya Permana, bersama Wakil Bupati Kudus Bellinda Putri Sabrina Birton yang didampingi Chief Executive Officer Grab Indonesia Neneng Goenadi, berdialog langsung dengan sejumlah pelaku UMKM mitra Grab.

Mereka di antaranya Prisca Rani Yusnita Dewi, pemilik usaha Dapoer Mpok Rani; Fitriana Sari, pengelola rumah makan Soto Kudus Bu Djatmi; serta Kusrianto Agus Triyoga, pemilik usaha Martabak Menuria 12.

Dalam sesi diskusi tersebut, para pelaku UMKM membagikan pengalaman mereka memanfaatkan digitalisasi dalam pengelolaan usaha, yang dinilai mampu mendorong pertumbuhan bisnis secara lebih cepat dan efisien.

Temmy Satya Permana menegaskan, pemerintah terus mendorong transformasi digital UMKM secara menyeluruh, mulai dari hulu hingga hilir, sebagai upaya mengoptimalkan potensi ekonomi nasional.

“Saat ini sekitar 25 juta UMKM di Indonesia telah beralih ke platform digital untuk meningkatkan efisiensi usaha dan memperluas akses pasar. Di sisi lain, sekitar 70 persen ekonomi digital Indonesia ditopang oleh sektor e-commerce. Melalui kolaborasi program Kota Masa Depan yang dijalankan Grab dan OVO, digitalisasi ini diperluas hingga ke daerah agar menjangkau lebih banyak UMKM dan mitra pengemudi ojek online yang juga tergolong usaha mikro,” ujar Temmy.

Ia menambahkan, semakin luasnya digitalisasi akan membuka peluang bagi pelaku ekonomi lokal untuk meningkatkan daya saing serta berpartisipasi aktif dalam ekosistem ekonomi digital nasional.

Kudus sendiri dinilai memiliki potensi UMKM yang kuat, khususnya di sektor kuliner, perdagangan, kerajinan tangan, dan pengolahan. Melalui Program Kota Masa Depan, para pelaku UMKM mendapatkan pendampingan intensif, termasuk pelatihan digital secara daring serta pengenalan pemanfaatan teknologi berbasis kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI).

Inisiatif ini sejalan dengan komitmen Grab dalam memperluas adopsi teknologi AI yang relevan dan aplikatif bagi pelaku usaha di berbagai daerah. Sebelumnya, Grab telah memberdayakan lebih dari 1.100 UMKM perempuan di 13 kota melalui komunitas Serabi (Sekumpulan Perempuan Bisa) dengan dukungan Asisten AI GrabMerchant untuk membantu operasional usaha sehari-hari.

Chief Executive Officer Grab Indonesia, Neneng Goenadi, menegaskan bahwa Grab Indonesia dan OVO berkomitmen untuk terus menjadi mitra pertumbuhan UMKM di berbagai daerah melalui percepatan inklusi digital dan keuangan.

“Di Kudus, kami melihat potensi yang sangat kuat, baik dari sektor industri padat karya maupun kuliner lokal. Dengan dukungan teknologi, pelatihan, serta koneksi ke ekosistem Grab, kami percaya UMKM Kudus dapat memperluas pasar, meningkatkan daya saing, dan berkontribusi lebih besar bagi pertumbuhan ekonomi daerah,” ungkap Neneng.

Menurutnya, melalui program Kota Masa Depan, UMKM juga memperoleh pendampingan lain seperti pengurusan sertifikasi halal, pelatihan digital online, hingga sesi peningkatan kapasitas dan berbagi praktik terbaik secara tatap muka.

Sementara itu, Wakil Bupati Kudus Bellinda Putri Sabrina Birton menyampaikan apresiasinya atas hadirnya Program Kota Masa Depan di Kudus. Ia menilai program tersebut sangat membantu UMKM lokal dalam menghadapi tantangan persaingan usaha di era digital.

“Kudus memiliki potensi yang besar, namun tantangan yang dihadapi juga semakin kompleks. Masih banyak UMKM yang belum memanfaatkan teknologi digital dalam operasional usahanya. Padahal, digitalisasi adalah kunci untuk bisa bersaing. Dengan adanya program Kota Masa Depan dari Grab, kami merasa terbantu untuk mewujudkan UMKM Kudus yang terdigitalisasi, berdaya saing, serta mampu membuka peluang kerja baru,” ujarnya.

Secara nasional, melalui Program Kota Masa Depan, Grab mendukung upaya pemerintah dalam membina sekitar 57 juta UMKM agar naik kelas. Hingga saat ini, lebih dari 25 juta UMKM telah bergabung dalam ekosistem digital, mencerminkan meningkatnya kesiapan pelaku usaha dalam memanfaatkan teknologi.

Tercatat lebih dari 200.000 UMKM di kota-kota kecil telah terdigitalisasi melalui Kota Masa Depan. Selain itu, melalui GrabMart Pasar, lebih dari 5.200 pedagang pasar tradisional juga telah go digital. Akses pembiayaan senilai lebih dari Rp6 triliun pun telah disalurkan kepada lebih dari 445.000 UMKM dan mitra pengemudi melalui GrabModal Mantul dan OVO Modal Usaha sejak 2021.

Berbagai inisiatif tersebut menegaskan komitmen Grab dalam mendorong pertumbuhan UMKM serta membuka akses ekonomi yang lebih luas. Sejak 2018, digitalisasi UMKM di ekosistem Grab telah menciptakan lebih dari 4,6 juta peluang kerja dan melahirkan generasi wirausaha baru, di mana satu dari lima mitra merchant merupakan Generasi Z yang memulai bisnis pertamanya melalui platform Grab.

Ke depan, Grab juga berkomitmen membawa UMKM Indonesia tampil di panggung global melalui berbagai forum internasional, seperti MotoGP, G20, dan World Economic Forum (WEF) Davos, sebagai bagian dari upaya memperkuat daya saing UMKM nasional di tingkat dunia. (YM/YM)

KOMENTAR SEDULUR ISK :

No More Posts Available.

No more pages to load.