Menanam Kepedulian, Merawat Kehidupan: KKN UIN Sunan Kudus Hadirkan Ekoteologi di Desa Gamong

oleh -59 Dilihat
Foto Proker Ekoteologi

Kudus, isknews.com — Kepedulian terhadap lingkungan dapat dimulai dari langkah sederhana. Semangat tersebut diwujudkan mahasiswa KKN UIN Sunan Kudus Kelompok 69 di Desa Gamong, Kecamatan Kaliwungu, Kabupaten Kudus.

Melalui program ekoteologi, mahasiswa mengajak masyarakat memandang lingkungan bukan sekadar tempat tinggal, tetapi juga amanah yang perlu dijaga dan dirawat bersama.

Program tersebut menjadi bagian dari KKN UIN Sunan Kudus yang mengusung tema “Pemberdayaan Potensi Desa dan Internalisasi Ekoteologi.”

Kegiatan KKN berlangsung pada 1–31 Agustus 2026 dan melibatkan 14 mahasiswa dari berbagai program studi.

Salah satu kegiatan yang dilakukan mahasiswa adalah mengembangkan taman herbal di lingkungan sekitar. Taman tersebut menjadi ruang sederhana untuk menanam sekaligus mengenalkan manfaat tanaman.

Tidak hanya memperindah lingkungan, taman herbal juga dimanfaatkan sebagai media edukasi mengenai hubungan manusia, alam, dan nilai-nilai keagamaan.

Mahasiswa turut memanfaatkan botol bekas sebagai pot tanaman. Langkah tersebut menjadi bagian dari upaya mengurangi sampah sekaligus mengajak masyarakat menggunakan kembali barang yang masih dapat dimanfaatkan.

“Dari lahan yang sederhana, ditanam sebuah kepedulian. Dari tanaman yang dirawat bersama, tumbuh kesadaran untuk menjaga alam,” ujar Muhammad Fathur Rochim, Koordinator Desa KKN Kelompok 69.

Menurutnya, kepedulian terhadap lingkungan tidak harus dilakukan melalui kegiatan besar. Kebiasaan sederhana yang dilakukan bersama dapat menjadi langkah awal menjaga lingkungan.

“Kami ingin menunjukkan bahwa kepedulian terhadap lingkungan bisa dimulai dari hal sederhana. Botol bekas kami manfaatkan menjadi pot dan diisi tanaman herbal,” jelasnya.

Ia berharap kegiatan tersebut dapat memberikan contoh kepada masyarakat bahwa menjaga alam dapat dilakukan melalui kebiasaan yang dekat dengan kehidupan sehari-hari.

Desa Gamong memiliki potensi lingkungan yang cukup besar. Sebagian besar wilayahnya berupa lahan pertanian yang menjadi salah satu sumber penghidupan masyarakat.

Desa tersebut memiliki luas wilayah sekitar 203,31 hektare. Dari jumlah tersebut, sekitar 148,10 hektare merupakan tanah sawah.

Komoditas pertanian seperti padi dan semangka menjadi bagian dari potensi lokal yang dimiliki masyarakat Desa Gamong.

Kondisi tersebut menjadi peluang bagi mahasiswa untuk mengembangkan kegiatan yang memanfaatkan potensi lingkungan dan sumber daya lokal.

Pengembangan taman herbal menjadi salah satu bentuk sederhana pemanfaatan lingkungan. Kegiatan tersebut sekaligus memberikan nilai edukasi dan meningkatkan kepedulian terhadap alam.

Bagi masyarakat, keberadaan taman herbal juga memberikan suasana berbeda di sekitar lingkungan. Tanaman yang tertata membuat area tersebut terlihat lebih hijau dan bermanfaat.

“Saya senang melihat anak-anak KKN membuat taman seperti ini. Tidak hanya membuat lingkungan lebih indah, tetapi juga mengajarkan kita memanfaatkan barang bekas,” ujar sumiah, warga sekitar posko KKN.

Sumiah berharap taman herbal tersebut tetap dirawat meskipun mahasiswa KKN telah menyelesaikan masa pengabdian di Desa Gamong.

“Mudah-mudahan taman ini bisa terus dirawat setelah KKN selesai,” tambahnya.

Melalui program tersebut, mahasiswa KKN Kelompok 69 berupaya meninggalkan lebih dari sekadar hasil kegiatan. Mereka ingin menumbuhkan kebiasaan dan kesadaran masyarakat untuk menjaga lingkungan.

Ekoteologi akhirnya tidak berhenti sebagai sebuah konsep. Di Desa Gamong, nilai tersebut diwujudkan melalui tanaman yang dirawat, barang bekas yang dimanfaatkan, dan kepedulian yang ditanam bersama.

Dari taman sederhana, mahasiswa berharap tumbuh kesadaran bahwa menjaga lingkungan merupakan tanggung jawab bersama sekaligus bagian dari kehidupan sehari-hari. (Ferdi UIN SUKU)