Kudus, isknews.com – Komitmen menghadirkan pelayanan publik yang ramah dan humanis kembali ditegaskan Bupati Kudus Sam’ani Intakoris dengan menggaungkan “Senyum Simpang Tujuh” sebagai ikon keramahan aparatur di Kabupaten Kudus. Hal itu disampaikan saat memimpin apel dan memberikan arahan kepada jajaran ASN di Kecamatan Mejobo, Selasa (2/12/2025).
Dalam arahannya, Bupati Sam’ani menekankan bahwa kualitas pelayanan tidak hanya bergantung pada prosedur yang cepat, tetapi juga pada sikap dan tutur kata aparatur saat berhadapan dengan masyarakat. Sikap yang santun, menghargai, dan membuat warga merasa nyaman merupakan fondasi untuk membangun kepercayaan publik.
“Mari viralkan Senyum Simpang Tujuh sebagai pengingat bahwa setiap aparatur harus melayani dengan sopan, santun, dan sepenuh hati. Pastikan masyarakat merasa nyaman karena dilayani dengan baik,” pesan Bupati.
Selain penguatan etika pelayanan, Bupati Sam’ani juga meminta jajaran kecamatan dan desa untuk mendukung penuh berbagai program strategis pemerintah pusat. Mulai dari implementasi MBG, penguatan Koperasi Desa Merah Putih, peningkatan ketahanan pangan, hingga penanganan stunting secara berkelanjutan.
“Kami minta jajaran kecamatan menjadi garda depan pelayanan dan pembangunan. Terus belajar, dukung pertumbuhan ekonomi lokal, dan bangun koordinasi yang baik agar seluruh program dapat dirasakan manfaatnya oleh masyarakat,” imbuhnya.
Camat Mejobo, Amin Rahmat, menyampaikan terima kasih atas arahan yang diberikan Bupati sekaligus menegaskan kesiapan seluruh jajarannya untuk menguatkan budaya pelayanan yang lebih santun dan responsif.
“Kami siap memperkuat pelayanan melalui budaya kerja yang santun, responsif, dan berorientasi pada kebutuhan warga. Senyum Simpang Tujuh akan kami jadikan spirit dalam setiap pelayanan,” ujarnya.
“Pemkab Kudus berharap seluruh ASN semakin termotivasi meningkatkan profesionalisme, menjaga integritas, dan memperkuat kepercayaan masyarakat melalui pelayanan yang humanis dan berkualitas,” pungkasnya. (AS/YM)







