Butuh Dukungan ISSI, Rendika Atlet BMX Kudus Sarat Prestasi

oleh
Atlet BMX Rendika saat berpose bersama ketua KONI Kudus Antoni Alfin (Foto: YM)

Kudus, isknews.com – Tanpa banyak terkover media, prestasi atlet sepeda BMX asal Kudus, Rendika Bayu Nugraha (23) ini ternyata sudah menasional. Mahasiswa Universitas Muria Kudus (UMK) ini telah seringkali menggondol medali dan piala kejuaraan pada even BMX dikelas Freestyle Flatland dengan skala regional hingga nasional.

Sayang sekali meski banyak prestasi yang telah dia peroleh, dirinya merasa terkendala saat akan mengikuti gelaran kejuaraan yang menjadi agenda kemenpora, akibat belum terwadahi dalam organisasi olahraga yang ditekuninya.

Ditemui di sekretariat KONI Kabupaten Kudus, Rendika mengaku kedatangannya menemui ketua KONI Kudus Antoni Alfin adalah dalam rangka mengadukan kendala yang sedang dihadapinya terkait keinginannya untuk mengikuti seleknas.

Dikatakannya, dia membutuhkan dukungan dari Ikatan Sport Sepeda Indonesia (ISSI) Kudus guna mengikuti even yang digelar pemerintah. Sebab tanpa legalitas dan rekomendasi ISSI setempat, mahasiswa semester 7 fakultas psikologi ini tak bisa mengikuti kejuaraan yang menjadi kalender Kemenpora.

“Karena kami tak terwadahi itu, makanya hanya bisa mengikuti even-even yang digelar oleh pihak swasta atau komunitasnya saja. Even yang selama ini saya ikuti digelar oleh komunitas sepeda BMX, sebab belum dinaungi lembaga resmi dari pemerintah,’’ kata Rendi, Selasa (24/11/2020).

Menurutnya, dengan capaian prestasi yang telah diraihnya selama ini, dia berminat dan merasa layak untuk mengikuti seleksi nasional kejuaraan olahraga Sepeda BMX.

’Saya ingin mengikuti even yang dilaksanakan pemerintah seperti Piala Menpora, Fornas maupun Porprov bahkan PON dan Seagame,’’ ungkap Rendi.

Rendika Bayu Nugraha atlet BMX dikelas Freestyle Flatland (Foto: istimewa)

Dia menambahkan, pada Minggu (29/11) mendatang, bakal mengikuti even HI-Flat BMX di Flatland Competiton di Mall Pakuwon, Surabaya Jawa Timur.

Sebelum mengikuti even berskala nasional tersebut, sepekan sebelumnya sudah melakukan latihan guna melatih skill dan performa.
‘’Diharapkan bisa meraih juara lagi,’’ ujarnya.

Selama ini dia dan temannya berlatih di halaman kantor Balai Kelurahan Mlati Kidul, Kudus, karena memiliki track yang profilnya sesuai dengan nomor BMX yang dia ikuti yaitu Freestyle Flatland. Sementara track yang ada di sport center adalah untuk BMX super cross sehingga tidak pas untuk latihan mereka.

Pemuda asal Desa Tanjungkarang, Jati Kudus ini tercatat telah menorehkan prestasi diantaranya, BMX Competition 2015 di Kediri, Jawa Timur yang meraih Juara I, BMX Competition 2018 di Mojokerto, Jawa Timur dan meraih Juara I, BMX Competition 2017 di Sidoarjo, Jawa Timur dengan meraih Juara II, BMX Competition 2019 di Salatiga, Jawa Tengah meraih Juara IV dan IOXC 2019 di Karanganyar, Solo sukses meraih Juara III.

Sementara Ketua ISSI Kudus, Sutejo mengungkapkan, sampai saat atlet sepeda dari Kudus ada 6 orang, terdiri dari kategori road bike tiga atlet, BMX satu atlet dan downhill dua atlet.

‘’Kami siap merangkul semua atlet sepeda asal Kudus,’’ tandasnya.

Disinggung soal target perolehan medali pada Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Jateng 2022 mendatang, pihaknya mengaku belum bisa berkomentar. Sebab peraturan untuk mengikuti kompetisi sepeda selalu berubah. Misalnya pada Pekan Olahraga Nasional (PON) 2018 lalu, usia peserta maksimal 19 tahun.

‘’Sedangkan atlet sepeda yang usianya 19 tahun di Kudus, kelasnya masih pemula. Kalau peraturan Porprov ada perubahan usia, bisa ditargetkan meraih medali emas,’’ ujarnya.

Terpisah, Ketua KONI Kudus, Antoni Alfin berharap ISSI Kudus benar-benar bisa mengakomodir atau memberikan naungan kepada atlet cabang olah raga sepeda, baik kelas road bike, BMX, downhill maupun cabor sepeda lainnya.

‘’Di tahun 2021 mendatang, ISSI juga bisa turur menganggarkan untuk pembinaan cabor BMX. Khusus sarana dan prasarana, nantinya diakomodasi oleh Disdikpora,’’ pungkasnya. (YM/YM)

KOMENTAR SEDULUR ISK :