Cacing Hati Ditemukan di Hewan Kurban, Dispertan Kudus Imbau Tak Dikonsumsi

oleh -97 Dilihat
Kepala Bidang Peternakan Dispertan Kudus, Arin Nikmah. (Foto: Aris Sofiyanto/ISKNEWS.COM)

Kudus, isknews.com – Dinas Pertanian dan Pangan (Dispertan) Kabupaten Kudus menemukan kasus cacing hati pada sejumlah hewan kurban saat melakukan pemeriksaan kesehatan daging di beberapa lokasi pemotongan, Jumat (6/6/2025). Temuan ini menjadi perhatian serius karena daging bagian hati yang terinfeksi tidak layak dikonsumsi.

Kepala Bidang Peternakan Dispertan Kudus, Arin Nikmah, menjelaskan bahwa dari hasil pemantauan hari pertama, pihaknya menemukan cacing hati pada tiga ekor hewan kurban. Rinciannya adalah dua ekor kerbau yang disembelih di Kecamatan Gebog, serta seekor sapi di Kecamatan Mejobo.

“Kerbau tersebut berasal dari Purwakarta, sementara sapi merupakan ternak lokal Kudus. Cacing hati yang ditemukan mengindikasikan adanya infeksi parasit yang berisiko jika dikonsumsi manusia,” ungkap Arin, Sabtu (7/6/2025).

Ia menambahkan, pemeriksaan tersebut dilakukan oleh tim gabungan yang terdiri dari dokter hewan, petugas kesehatan hewan, dan penyuluh pertanian lapangan (PPL). Sebanyak 20 petugas dikerahkan untuk menyisir delapan titik lokasi pemotongan hewan kurban yang menjadi prioritas pemantauan.

“Selain melakukan pemeriksaan, kami juga memberi edukasi kepada panitia kurban di masjid maupun tempat pemotongan lainnya. Bila ditemukan cacing hati, maka organ seperti hati, limpa, dan paru harus dimusnahkan, bukan dibagikan atau dikonsumsi,” tegasnya.

Arin menyebutkan, pemeriksaan hewan kurban masih akan berlangsung hingga 9 Juni 2025. Dispertan Kudus juga membuka layanan pendampingan bagi panitia atau pengelola tempat ibadah yang ingin memastikan kondisi daging hewan kurbannya aman dan layak konsumsi.

“Kami sangat terbuka untuk melakukan pendampingan. Tujuannya agar masyarakat mendapatkan daging kurban yang sehat, aman, dan bebas dari penyakit,” imbuhnya.

Pihaknya berharap, temuan ini dapat menjadi peringatan bagi masyarakat agar lebih selektif dalam memilih hewan kurban dan tidak segan meminta pendampingan tim kesehatan hewan. (AS/YM)

KOMENTAR SEDULUR ISK :