Permudah Peternak, Dispertan Kudus Hadirkan Layanan Larasati untuk Pengobatan Hewan

oleh -294 Dilihat
Suasana launching dan sosialisasi aplikasi Larasati yang dihadiri puluhan peternak dan pecinta hewan peliharaan di Aula Kantor Dispertan Kudus. (Foto: Aris Sofiyanto/ISKNEWS.COM)

Kudus, isknews.com – Untuk mempermudah akses layanan kesehatan hewan bagi para peternak maupun pecinta hewan peliharaan, Dinas Pertanian dan Pangan (Dispertan) Kabupaten Kudus meluncurkan inovasi layanan digital bernama Larasati. Layanan ini memungkinkan pendaftaran dan rekam medis kesehatan hewan dilakukan secara terintegrasi dan lebih cepat.

Launching layanan Larasati berlangsung di Aula Kantor Dispertan Kudus dengan dihadiri puluhan peternak dan komunitas pecinta hewan.

Kabid Peternakan Dispertan Kudus, Arin Nikmah, menjelaskan bahwa selama ini pendaftaran dan pencatatan status kesehatan hewan di Puskeswan masih dilakukan secara manual. Hal tersebut kerap menimbulkan miskomunikasi antara petugas dengan dokter hewan.

“Tak jarang terjadi mis komunikasi. Hal ini pun jadi titik kritis, apabila ada kasus penyakit cukup tinggi bisa jadi potensi kematian hewan,” jelas Arin.

Dengan hadirnya layanan Larasati, kata Arin, sistem pendeteksian kesehatan hewan diinternal Dispertan Kudus menjadi lebih baik. Data kesehatan hewan akan tercatat rapi, dan masyarakat bisa lebih mudah mendaftarkan hewan mereka untuk pengecekan maupun pengobatan.

“Penanganan kesehatan hewan akan lebih cepat dan tepat. Karena ketika ada pendaftaran, pada hari itu juga diupayakan langsung ada penanganan,” tambahnya.

Sementara itu, Kepala UPTD Puskeswan dan Rumah Pemotongan Hewan Dispertan Kudus, Anton Cahyono, menuturkan bahwa layanan Larasati bisa diakses secara online melalui portal https://dispertan.kuduskab.go.id

“Masyarakat cukup masuk ke menu Larasati lalu ke pendaftaran. Layanan kesehatan hewan ini sifatnya umum dan diberikan secara gratis,” ungkap Anton.

Salah satu peternak, Ani Kusrini (48), warga Desa Pladen, Kecamatan Jekulo, mengaku antusias dengan adanya layanan Larasati. Peternak sapi pemula itu merasa terbantu karena kini bisa lebih cepat melaporkan jika hewannya sakit.

“Saya beternak baru tiga bulan. Dengan adanya Larasati, ketika ada ternak sapi yang sakit bisa langsung lapor. Harapannya, keluhan bisa segera ditangani agar tidak berakibat pada kerugian,” ujar Ani.

Ani yang juga bekerja sebagai satpam di perusahaan swasta tersebut saat ini memelihara sapi jenis limosin dan metal sebagai usaha sampingan untuk menambah penghasilan.

“Semoga sapi-sapi saya sehat-sehat, dan dengan adanya Larasati beternak jadi lebih tenang,” imbuhnya. (AS/YM)

KOMENTAR SEDULUR ISK :