Car Free Night Jadi Panggung Wirausaha Muda Kudus, Jajanan Ludes Hanya dalam Satu Jam

oleh -548 Dilihat
Bupati Kudus Sam'ani Intakoris kunjungi lapak-lapak yang ada di aerena Car Free Night nyatakan bangga banyak wirausahawan muda berkiprah di event sebulan sekali itu, Sabtu (2/8/2925) Foto: YM

Kudus, isknews.com – Membahagiakan, Car Free Night Jadi Panggung Wirausaha Muda Kudus, kegiatan perdana CFN disambut hangat generasi muda pegiat UMKM. Uji coba perdana Car Free Night (CFN) di Jalan dr. Ramelan, Sabtu malam (2/8/2025), menjadi titik awal kebangkitan wirausaha muda di Kabupaten Kudus.

Selain menjadi ruang hiburan publik, gelaran ini terbukti membuka peluang ekonomi baru, khususnya bagi pelaku usaha kuliner pemula.

Minkha Lailatussa’diyah (19), salah satu pedagang muda yang baru pertama kali berjualan, bahkan tidak menyangka dagangannya ludes dalam waktu singkat. Membawa 5 kilogram alpukat yang diolah menjadi minuman “alpukat kocok bliss”, ia bersama temannya Galang Raharjo (20) sukses menjual habis lebih dari 40 porsi hanya dalam satu jam.

“Karena saya baru pertama kali berjualan, awalnya saya pesimis jadi tidak bawa banyak. Tapi alhamdulillah, saya mulai jam 19.00 langsung ludes dalam waktu satu jam,” ujar Minkha.

Informasi mengenai gelaran CFN ia dapat dari akun Instagram Dinas Perdagangan Kabupaten Kudus. Tanpa ragu, ia mendaftar dan mendapat satu dari 155 lapak yang disediakan.

“Keunggulan produk saya itu pakai alpukat Muria asli. Ada lima varian topping, dengan whip cream dan cheese cream di atasnya. Harganya mulai Rp10 ribu,” jelasnya.

Daya tarik CFN tak hanya datang dari pengunjung yang membludak, tapi juga dari ragam produk yang ditawarkan. Dari kuliner, fashion, hingga aksesori—seluruh area dipadati pengunjung yang antusias berburu jajanan dan hiburan malam.

Bupati Kudus, Sam’ani Intakoris yang turut hadir malam itu mengaku bangga melihat semangat masyarakat, terutama generasi muda. Ia menyatakan sementara CFN akan digelar secara rutin sebulan sekali.

“Uji coba CFN malam ini sukses. Antusias masyarakat sangat tinggi. Ini bisa menjadi stimulus untuk ekonomi kerakyatan,” kata Sam’ani.

Ia juga menyebut CFN akan dikemas lebih meriah, dengan penambahan hiburan seperti pertunjukan musik, pentas seni, hingga ruang ekspresi seni komunitas lokal.

“Kita akan koordinasi dengan warga yang bermukim di sepanjang Jalan dr. Ramelan, supaya CFN tetap berjalan nyaman dan tidak menimbulkan gangguan,” tambahnya.

Kepala Dinas Perdagangan Kabupaten Kudus, Imam Andy Santosa mengatakan, minat pedagang untuk terlibat dalam CFN sangat besar. Ia mencatat, ada 155 peserta yang ikut serta dari berbagai kategori usaha.

“Pendaftaran kemarin sangat membludak. Banyak dari mereka adalah pelaku usaha baru dan wirausaha muda,” jelas Andi.

Ia juga menegaskan bahwa CFN merupakan inisiatif langsung dari Bupati Kudus sebagai bentuk ikhtiar dalam menghidupkan kembali sektor UMKM pasca-pandemi dan menciptakan ruang publik yang produktif.

Dengan keberhasilan uji coba pertama ini, Pemkab Kudus membuka peluang untuk memperluas area dan durasi kegiatan di masa mendatang.

“Segala perkembangan akan disesuaikan dengan arahan Pak Bupati, termasuk kemungkinan menjadikan ini event mingguan,” pungkas Andi.

Namun sejumlah catatan dari media ini bahwa masih terdapat banyaknya lapak-lapak yang ternyata tidak digunakan berdagang oleh pendaftarnya, sementara sejumlah pedagang yang lain sempat tak kebagian lapak karena kuota sudah habis. Beberapa area bahkan tampak kosong.

Selain itu, gerbang (gate) CFN juga dinilai kurang representatif sebagai ikon kegiatan malam itu, karena hanya bertuliskan brand salah satu provider seluler, bukan menggambarkan identitas visual acara Car Free Night Kudus. (YM/YM)

KOMENTAR SEDULUR ISK :

No More Posts Available.

No more pages to load.