Catat! Malam ini Kudus Kembali Terapkan Jam Malam Akibat Lonjakan Kasus COVID-19

oleh

Kudus, isknews.com – Kasus COVID-19 yang semakin meningkat menjelang penerapan normal baru di Kabupaten Kudus perlu banyak evaluasi. Pertambahan COVID-19 di Kudus, kurva perkembangannya semakin tak terkendali, baik ODP, PDP bahkan orang tanpa genjala (OTG) sekalipun.

Dengan pertimbangan hal tersebut Pemerintah Kabupaten Kudus terhitung mulai malam ini Senin (13/07) pukul 21:00 – 06:00 WIB kembali memberlakukan jam malam.

Tindakan ini dilakukan, lantaran kesadaran masyarakat Kota Kretek akan protokol kesehatan makin menurun. Selain itu, Kabupaten Kudus kini tercatat masuk dalam zona merah.

Pemkab Kudus  sempat menghentikan penutupan sejumlah lokasi tersebut, dengan sejumlah pertimbangan.  Namun mulai Senin (13/7/2020) dua kawasan itu, akan kembali ditutup.

Kepala Dinas Perhubungan Kudus Abdul Halil (Kiri)

Jam malam sebelumnya sempat diakhiri pemberlakuannya, hal tersebut dilakukan guna menyambut Era New Normal. Namun justru memperbesar penyebaran Covid-19 di Kabupaten Kudus.

“Kami berlakukan lagi mulai malam ini, walau tak ada yang berjaga, akan kami berlakukan lagi check pointnya,” kata Plt Bupati Kudus HM Hartopo, di Gedung DPRD Kudus, Senin (13/07/2020).

Menurut Hartopo, yang dikhawatirkan oleh Pemkab Kudus adalah gagal dalam new normal jika kab. Kudus terus menyandang zona merah persebaran covid-19, Karena akan memberikan dampak yang luar biasa khususnya dari segi kesehatan dan ekonomi bagi masyarakat.

“Jika kudus gagal new normal, kita akan stay at home lagi. tentunya keadaan ini akan memberikan dampak yang luar biasa bagi masyarakat. Kita sebagai pengendali kebijakan harus balance, dari segi kesehatan dan ekonomi harus dapat bebarengan berjalan,” jelasnya.

Hartopo pun mengajak untuk dapat berfikir bersama mencari solusi terbaik untuk memberikan penanganan kepada masyarakat mengingat kesadaran penerapan protokol kesehatan sangat minim dilakukan.

“Kita coba berfikir bersama bagaimana yang terbaik dari penangan langsung ke masyarakat mengingat saat ini masyarakat belum ada kesadaran sama sekali tentang penerapan protokol kesehatan,” pungkasnya.

Pihaknya pun menargetkan kurva penyebaran dan penularan virus corona akan menurun dua pekan mendatang. Sehingga Kudus kembali menjadi zona oranye hingga menjadi zona kuning.

“Kami akan memaksimalkan peran dari setiap unsur Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19,” kata Hartopo.

Sehingga, lanjutnya, sektor perekonomian tetap jalan sembari Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 menekan laju penularan virus corona di Kudus.  “Ekonomi harus tetap jalan, kesehatan juga jalan,” jelas dia.

Sementara itu Abdul Halil selaku Kepala Dinas Perhubungan, menyampaikan kepada ISK melalui panggilan telepon Whatsapp.

“Sejak pemberlakuan jam malam dikendori justru kasus Covid-19 di Kabupaten Kudus semakin meluas. Justru Kudus kini adalah wilayah zona merah” ujar Halil, Senin (13/07/2020).

Halil juga menghimbau kepada masyarakat Kudus untuk secara terbuka menerima kebijakan yang terpaksa harus diambil oleh pemkab Kudus kembali yakni pemberlakuan jam malam.

“Pemberlakuan jam malam dilakukan guna mengurangi kasus Covid-19. Diharapkan masyarakat diminta kesadarannya, juga membatasi kegiatan keluar rumah, jika memiliki kepentingan yang tidak bisa ditinggal maka harus mematuhi protokol kesehatan yang ada.” tutupnya. (FA/YM)

KOMENTAR SEDULUR ISK :