Cegah Peredaran Uang Palsu, Polisi Intensif Patroli di Titik Jasa Penukaran Uang

oleh -884 Dilihat
(Foto: Istimewa)

Kudus, isknews.com – Hampir di setiap menjelang Hari Raya Idulfitri, aktivitas jasa penukaran uang pecahan baru menjamur di sejumlah titik strategis di Kabupaten Kudus. Di sepanjang Jalan Sunan Kudus hingga kawasan Alun-Alun Simpang Tujuh Kudus, lapak-lapak penukaran uang tampak ramai diserbu warga yang berburu pecahan kecil untuk kebutuhan Lebaran.

Ramainya transaksi uang tunai dalam jumlah besar itu tak luput dari perhatian Polres Kudus. Aparat kepolisian pun turun langsung melakukan patroli sekaligus memberikan edukasi guna mengantisipasi peredaran uang palsu dan potensi tindak kriminalitas.

Kepala Satuan (Kasat) Samapta Polres Kudus, AKP Noor Alifi, mengatakan patroli dilakukan sebagai langkah preventif agar masyarakat merasa aman saat melakukan penukaran uang.

“Fenomena menjelang Lebaran biasanya banyak penukaran uang di sepanjang wilayah Kabupaten Kudus. Kegiatan ini kami lakukan untuk meminimalisir adanya uang palsu yang beredar, supaya masyarakat tidak tertipu dan tentunya tidak menipu,” ujarnya, Rabu (4/3/2026).

Dari hasil komunikasi dengan para penyedia jasa penukaran uang, hingga saat ini belum ditemukan adanya peredaran uang palsu yang signifikan. Meski demikian, pihaknya tetap mengimbau agar para penjual maupun masyarakat segera melapor apabila menemukan uang yang mencurigakan.

“Alhamdulillah, dari hasil komunikasi dengan rekan-rekan penjual, selama ini belum ada peredaran uang palsu. Namun apabila dicurigai ada, saya minta mereka langsung melaporkan kepada kami, sehingga nanti bisa kami tindak lanjuti,” tegasnya.

Selain patroli, petugas juga memberikan edukasi kepada masyarakat mengenai cara mengenali uang palsu dengan metode 3D, yakni dilihat, diraba, dan diterawang. Metode tersebut dinilai efektif untuk memastikan keaslian uang secara sederhana.

“Hari ini kami mengedukasi masyarakat tentang ciri-ciri uang palsu dengan 3D, yaitu diraba, dilihat, dan diterawang. Ini salah satu upaya untuk mengidentifikasi sekaligus meminimalisir peredaran uang palsu,” jelasnya.

AKP Noor Alifi juga menyoroti potensi kerawanan yang dihadapi para penjual jasa penukaran uang karena membawa uang dalam jumlah besar, terutama saat berangkat maupun pulang dari lokasi berjualan.

“Kepada rekan-rekan yang mempunyai jasa penukaran uang, ini potensi kerawanannya ada karena mereka membawa uang cukup banyak. Kami khawatir saat mereka berangkat atau pulang terjadi hal-hal yang tidak diinginkan,” katanya.

Sebagai bentuk pelayanan, Polres Kudus menawarkan pengamanan dan pengawalan gratis bagi para penjual jasa penukaran uang maupun masyarakat yang membutuhkan.

“Kami sarankan mereka bisa meminta bantuan kepada kami untuk diberikan pengamanan, baik pengawalan dari lokasi penjualan sampai ke rumahnya. Dan ini tidak dipungut biaya,” tandasnya.

Ia menegaskan, kehadiran polisi di tengah maraknya penukaran uang menjelang Lebaran murni untuk memberikan perlindungan dan rasa aman kepada masyarakat.

“Bentuk kami hadir adalah untuk memberikan pengamanan kepada masyarakat. Gratis, tidak dipungut biaya,” pungkasnya. (YM/YM)

No More Posts Available.

No more pages to load.