Kudus, ISKNEWS.COM – Kekalahan Persiku Kudus Junior dari Persegal Kota Tegal Junior membuat posisi juara bertahan Piala Soeratin musim lalu terancam. Jika tak hati-hati nasib Macan Muria Muda bisa saja seperti seniornya yang gagal di babak penyisihan Liga 3 Zona Jawa Tengah musim 2018.
Posisi Persiku di papan klasemen sementara saat ini menduduki peringkat kedua. Mengoleksi 10 poin sama dengan yang diperoleh pesaing terdekatnya Persegal. Hanya saja tim Kota Kretek unggul produktivitas gol. Secara head to head kedua tim sama-sama saling mengalahkan ketika tampil di kandang masing-masing.
Persiku berhasil mengalahkan Persegal 1-0 di Stadio.Wergu Wetan, sedangkan ketika pertandingan di Stadion Yos Sudarso Kota Tegal anak asuh Cucun Sulistyo menyerah 2-1 atas Laskar Bahari. Meski begitu persaingan di Grup 1 babak penyisihan Piala Soeratin Zona Jateng 2018 bukanlah menjadi milik Persiku dan Persegal saja.
Masih ada Persibat Batang Junior yang juga memiliki kesempatan. Mengumpulkan delapan poin, Persibat masih berpeluang melaju ke fase selanjutnya jika berhasil mengalahkan Persiku di laga pamungkas, Minggu (19/8/2018). Dengan catatan di pertandingan lain Persegal juga mengalami kekalahan atas tuan rumah PSIS Semarang Junior.
Terkait hal itu Pelatih Persiku Kudus Junior Cucun Sulistyo meminta anak asuhnya tampil all out di laga pamungkas menghadapi Persibat. Hasil imbang saat pertemuan pertama tidak bisa dijadikan patokan, sebab kala itu kedua kesebelasan memainkan partai pembuka musim ini.
“Ketika menahan imbang Persibat jangan dijadikan patokan. Kami menilai para pemain masih demam panggung, belum merasakan kompetisi yang sebenarnya. Kali ini kita cukup tertekan dengan kekalahan sebelumnya, tapi pertandingan terakhir kami pastikan akan tampil maksimal,” katanya.
Cucun menilai kekalahan 2-1 atas Persegal disebabkan kebugaran fisik pemain, sehingga konsentrasi pemain menurun. “Untuk masalah kebugaran fisik pemain saat melawan Persegal memang kurang. Sebab pemain yang tampil mayoritas yang jarang tampil,” bebernya.
Dia mengakui adanya rotasi pemain saat laga tandang terakhir itu. Hal itu dilakukan untuk memaksimalkan laga home terakhir melawan Persibat. Ditambah lagi ada lima pemain Persiku yang telah terkena hukuman kartu kuning, yang jika dimainkan dan terkena kartu kuning lagi akan merugikan Persiku saat pertandingan terakhir.
“Untuk pertandingan besok Minggu lawan Persibat kita bisa tampil full tim. Tidak ada yang absen karena terkena hukuman akumulasi kartu maupun yang cedera. Dan yang kita harapkan pemain tampil all out dan solid di semua lini,” tukas Cucun
Ditambahkan, ada yang tak kalah penting dalam pertandingan hidup matinya Persiku Junior, sebab bisa dibilang posisi Farokhul dan kawan-kawan berada diujung tanduk. Yakni dukungannya dari pemain ke 12 yaitu seluruh masyarakat Kudus untuk menambah suntikan tenaga buat para pemain.
“Datang dan dukung kami berjuang mengharumkan Kudus melalui sepak bola. Kami minta doa dari keseluruhan masyarakat Kudus agar bisa melaju ke fase selanjutnya dan kembali mempertahankan gelar juara musim lalu,” pungkasnya. (MK/YM)









