Dandim dan Disbudpar Kudus Siap Dukung dan Amankan Wisata Susur Sungai Desa Temulus

oleh

Kudus, isknews.com – Wisata Susur Sungai Juwana I di Desa Temulus dengan berperahu di sepanjang sungai yang dikenal warga dengan sungai Jratun dan sedang digalakkan oleh warga dan Kepala Desa Temulus, Kecamatan Mejobo Kudus, Juga memperoleh perhatian dari Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kabupaten Kudus.

Disbudpar mengimbau kepada pengelola desa wisata di wilayah Kabupaten Kudus, untuk tetap menjaga Sapta Pesona dalam rangka menarik wisatawan. Sapta pesona itu terdiri dari tujuh unsur yakni aman, tertib, bersih, sejuk, indah, ramah tamah dan kenangan.

Hal itu diungkapkan Kepala Bidang Pariwisata pada Disbudpar Kudus Mutrikah, saat mengunjungi kawasan yang sedang viral tersebut bersama Dandim 0722/Kudus Letkol Arm Irwansyah, Jumat (31/01/2020).

TRENDING :  Berikut Ulasan Asal Perdukuhan di Desa Temulus

Disbudpar Kudus pun siap memfasilitasi Pemdes Kudus untuk mengurus perizinan usaha milik desa itu, ‘’Dari Disbudpar juga berupaya memberikan kenyamanan dan keamanan wisatawan yang berkunjung ke Kudus. Terutama wisatawan yang langsung naik perahu itu,’’ ujarnya.

Dandim Kudus Letkol Arm Irwansyah dan Kepala Bidang Pariwisata pada Disbudpar Kudus Mutrikah saat mencoba perahu susur sungai di Desa Temulus Mejobo Kudus (Foto: YM)

Untuk itu, pihaknya meminta Pemdes setempat selaku penanggung jawab segera mengkondisikan wiayahnya, tanpa mengabaikan sapta pesona.

Selain itu, sebagai tuan rumah juga harus bisa menerima pengunjung dengan baik. Agar destinasi wisata baru ini dapat menjadi produk wisata yang layak jual.

‘’Kami juga akan memberikan pembinaan kepada kelompok sadar wisatanya (Pokdarwis). Jika nanti sudah mendapat perizinan, wisata ini siap dibuka dan menerima pengunjung,’’ tandasnya.

Dia menjelaskan, untuk pengembangan destinasi wisata di Kota Kretek, saat ini Disbudpar Kudus tengah fokus pada pembuatan produk wisata layak jual. Mulai dari akses jalan masuk dan yang menjadi daya tarik lokasi wisata itu.

TRENDING :  DANDIM KUDUS,GIAT TRADISI MALAM 1 MUHARRAM 1439 H DI PUNCAK 29 KUDUS.

Sehingga, sambung Mutrikah, sebelum lokasi wisata dibuka untuk umum, pihaknya akan memastikan terlebih dahulu sarana dan prasarananya tidak ada kendala. Kemudian semua persyaratan terkait pembuatan desa wisata telah terpenuhi dan lengkap.

‘’Karena wisata ini melibatkan masyarakat, ketika terjadi kecelakaan di lokasi wisata regulasinya sudah jelas,’’ jelasnya.

Mutrikah menambahkan, dalam rangka menumbuhkembangkan desa wisata, Pemdes dan pengelola wisata juga harus menyiapkan semua fasilitasnya. Mulai kantong parkir, toilet umum, kios makanan khas dan minuman. Dan yang perlu diperhatikan, masyarakat setempat harus sudah siap melayani wisatawan.

TRENDING :  Gebyar PKL , Para Pedagang Sudah Menepati Lapaknya

‘’Dengan begitu, pengunjung tidak merasa kesulitan saat pulang dan membawa kesan baik,’’ tuturnya.

Sementara Dandim 0722/Kudus Letkol Arm Irwasnyah menegaskan siap mendukung dan ikut mengamankan wisata baru di Desa Temulus itu. Menurutnya, jika sungai menjadi lokasi wisata akan selalu bersih, dan dapat meminimalisir terjadinya banjir.

‘’Saya juga mengimbau, agar pengelola melengkapi penumpang perahu dengan pelampung. Dan setiap perahu jangan diisi penuh demi kenyamanan pengunjung,’’ ujarnya.

Sedang Kepala Desa Temulus, Suharto mengaku siap melaksanakan arahan dan melengkapi persyaratan yang dianjurkan oleh Disbudpar Kudus. Pihak Pemdes dan masyarakat pun mengaku siap menjaga kebersihan dan keindahan Sungai Juwana I. (YM/YM)

KOMENTAR SEDULUR ISK :