Wisata Air Temulus, Cara Kades Bangkitkan Kesadaran Warga Bersihkan Sungai di Desanya

oleh

Kudus, isknews.com – Kini sungai Juwana di Desa Temulus seperti berubah, Kini terlihat tampak indah dan asri dan cantik. Apalagi ditingkah dengan wisata perahu yang ikut menjadi daya tarik berwisata diatas aliran sungai.

Temulus Water Park menjadi gebrakan baru yang dikembangkan oleh Pemerintah Desa Temulus, Kecamatan Mejobo. Untuk menarik antusias masyarakat berkunjung ke desa yang terletak di ujung tenggara Kabupaten Kudus itu.

Wisata perahu hari Minggu di Desa Temulus Mejobo Kudus (Foto YM)

Dibuka untuk pertama kalinya pada Minggu lalu (26/01/2019). Temulus Water Park ini menyusuri sepanjang sungai Juwana atau yang selama ini dikenal warga dengan sebutan sungai Jratun yang melintas dibawah jembatan Jrtunseluna Desa Temulus.

menurut kepala Desa Temulus Suharto, Wisata perahu yang memanjakan wisatawan dengan keelokan alam Sungai Juawana 1 sejauh itu berhasil menarik antusiasme masyarakat. Ditambah dengan harga tiket yang sangat ekonomis yakni Rp. 5 ribu perorang, membuat warga rela berjubel mengantre.

TRENDING :  Petilasan Mbah Siti Maryam dan Sendang Pereng Pancuran. Peninggalan Situs Desa Prambatan Lor

“Tapi pada prinsip awalnya ini adalah bentuk upaya membangkitkan kesadaran warga untuk melakukan resik-resik kali, karena ternyata bila kali ini bersih dari enceng-enceng gondok dan timbunan sampah akan mendatangkan suasana yang indah di sepanjang sungai tersebut,” ujar Kades yang baru beberapa bulan terpilih ini, Selasa (28/01/2019).

Bila nanti program membersihkan kali ini bisa menjadikan kesadaran kolektif warga, maka efek domino ekonomi warga juga akan terdongkrak,.

“Kami bekerjasama dengan Karang Taruna akan membuat konsep yang lebih tertata, termasuk pengadaan parkir, tiketing dan pengadaan perahu yang akan kami tuangkan bentuk dalam peraturan desa,” ujar dia.

Fitrianto Camat kaliwungu, Staf Dinas PMD dan Kades Temulus Suharto (Foto: YM)

Tapi yang paling utama adalah membangkitkan kesadaran warga akan kebersihan sungai.

“Syukur-syukur ini terkoneksi dengan kebijakan yang sama pada desa-desa disebelahnya, karena sungai ini tetntu saja menghubungkan dengan desa-desa yang lain,” tutur Suharto.

Menurutnya pembukaan wisata perahu kali ini dilakukan untuk mengukur tingkat antusiasme warga terhadap inovasi yang sedang dikembangkan desanya.

TRENDING :  Program Prona Desa Temulus Garap 500 Bidang

Kepada media ini, ia mengungkapkan rencananya kedepan untuk menjadikan wisata perahu sebagai bagian dari Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) di desanya. Melalui penganggaran APBDesa 2020, pihaknya berharap wisata ini dapat menjadi ikon dan daya tarik masyarakat luar untuk datang ke desanya.

Termasuk upaya pembersihkan eceng gondok dan sampah yang masih menghiasi aliran air badan air Sungai Juwana 1. Penguatan koordinasi dengan Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) sebagai pemilik aset atas sungai tersebut dan dinas terkait juga akan dilakukan pihaknya.

“Menjadikan Temulus sebagai desa wisata menjadi salah satu visi saya sebagai Kepala Desa,” tandasnya.

Kemunculan wisata perahu ini juga mendapat apresiasi dari Camat Mejobo, Mohammad Fitriyanto. Menurutnya, wisata perahu dapat menjadi wahana edukasi bagi masyarakat untuk merawat dan menjaga kebersihan sungai. Selain itu, upaya pembersihan dan pemeliharaan Sungai Juwana 1 dari sampah dan eceng gondok juga bagian dari upaya preventif terhadap banjir, yang menjadi bencana tahunan di desa itu.

TRENDING :  Wisatawan Diminta Jaga Kebersihan Pulau Panjang

“Ini baru embrio, perlu dikaji lagi minat wisatwannya, perizinannya, pengadan kelengkapan dan tata kelola wisatanya. Dan tak kalah pentingnya safety penumpangnya,” pungkas dia.

Siti Rahayu, salah satu warga Temulus mengaku cukup excited dengan transfromasi yang terjadi di Sungai Juwana 1. Lahir dan dibesarkan di desa tersebut, dirinya mengaku kagum dengan kondisi sungai tersebut yang kian bersih nan elok itu.

“Dulu banyak banget eceng gondok dan sampah di sini. Sekarang udah bersih dan bagus. Niat banget Pemerintah Desa Temulus dalam pengelolaannya,” ujarnya saat ditemui Lingkar Jateng usai melakukan perjalanan air sejauh 1,5 kilometer di Sungai Juwana 1. (YM/YM)

KOMENTAR SEDULUR ISK :