KUDUS, ISKNEWS.COM – Perjuangan panjang dilakoni Jethro Alexander Kemas untuk mewujudkan mimpinya menjadi atlet PB Djarum. Atlet KU 11 Putra asal Palembang itu kembali mencoba peruntungannya dalam Audisi Umum PB Djarum 2026 di Kudus.
Tahun ini menjadi kali ketiga Jethro mengikuti Audisi Umum PB Djarum. Setelah pernah langsung tersingkir pada pertandingan pertama dan gagal lolos meski sempat menjalani karantina, Jethro kini datang dengan tekad lebih besar.
Perjuangannya pada hari keempat Audisi Umum PB Djarum Kudus 2026 di GOR Djarum, Jati, Kudus, Sabtu (12/9/2026), membuahkan hasil positif.
Jethro berhasil melangkah ke babak selanjutnya setelah meraih kemenangan penting. Kemenangan itu terasa semakin spesial karena ia mampu mengalahkan pemain yang pernah menghentikan langkahnya pada Audisi Umum PB Djarum tahun lalu.
“Saya sudah tiga kali ikut Audisi Umum PB Djarum. Waktu pertama kali ikut saya langsung kalah di pertandingan pertama. Tahun lalu sempat masuk karantina tetapi akhirnya gagal lolos karena waktu itu saya sakit jadi kondisinya agak kurang maksimal,” ujar Jethro.
Kemenangan atas lawan yang pernah mengalahkannya menjadi pembuktian tersendiri bagi pebulutangkis muda asal Palembang tersebut.
“Hari ini saya berhasil menang melawan pemain yang ngalahin saya di audisi tahun lalu, senang banget,” katanya.
Jethro mengaku memiliki mimpi besar untuk bisa bergabung dan berkembang bersama PB Djarum. Baginya, perjuangan di Audisi Umum bukan hanya tentang memenangkan pertandingan, tetapi juga membalas pengorbanan kedua orang tuanya yang selama ini mendukung perjalanan bulutangkisnya.
“Saya mau masuk PB Djarum supaya bisa menjadi pemain hebat. Terus juga bisa bikin bangga orang tua yang sudah banyak berkorban untuk saya latihan bulutangkis,” ungkapnya.
Jethro pun berharap perjuangannya tahun ini bisa membawanya kembali mendapatkan kesempatan menuju tahap berikutnya.
“Semoga tahun ini bisa dapat Super Tiket lagi dan kalau bisa lolos masuk PB Djarum,” harapnya.
Di tengah ketatnya persaingan Audisi Umum PB Djarum 2026, peluang peserta untuk mendapatkan Super Tiket tidak hanya ditentukan dari kemenangan di jalur turnamen.
Legenda bulutangkis PB Djarum sekaligus anggota Tim Pencari Bakat PB Djarum, Hastomo Arbi, mengungkapkan pihaknya telah mulai mengantongi sejumlah nama pemain muda yang dinilai memiliki potensi menjanjikan.
Selama empat hari memantau pertandingan dari tepi lapangan, peraih Piala Thomas 1984 itu mengaku melihat sejumlah pemain, khususnya di sektor putra, yang memiliki kemampuan berbeda dibandingkan peserta lainnya.
“Saya mengantongi beberapa nama karena saya lihat skill mereka itu bagus sekali. Dari cara bertandingnya ada yang berbeda dari pemain lain dan juga dari postur tubuh,” ujar Hastomo Arbi.
Namun demikian, menurut kakak legenda bulutangkis Hariyanto Arbi tersebut, kemampuan saat ini bukan menjadi satu-satunya pertimbangan Tim Pencari Bakat.
Hal terpenting adalah melihat sejauh mana seorang atlet muda memiliki potensi untuk terus berkembang dan diasah menjadi pemain berkualitas.
“Tapi penilaian yang terpenting ialah bagaimana kita bisa memproyeksikan apakah mereka bisa diasah dan menjadi atlet berkualitas di masa mendatang,” tegasnya.
Tahap Turnamen Audisi Umum PB Djarum 2026 di Kudus akan memasuki tahap akhir pada Minggu (13/9/2026).
Pada hari terakhir, peserta yang berhak akan mendapatkan Super Tiket untuk melanjutkan perjuangan ke tahap karantina.
Untuk sektor putra, Super Tiket akan diberikan kepada peserta yang berhasil menembus babak semifinal. Selain itu, peluang juga terbuka melalui Super Tiket Pilihan Tim Pencari Bakat bagi peserta yang dinilai memiliki potensi besar meskipun tidak berhasil mencapai target tersebut.
Setelah mendapatkan Super Tiket, peserta akan menjalani masa karantina selama empat pekan di asrama PB Djarum. Selama masa tersebut, mereka akan dinilai dari berbagai aspek, mulai dari fisik, skill, kedisiplinan hingga perilaku sehari-hari sebelum akhirnya dinyatakan layak menjadi atlet binaan PB Djarum. (YM/YM)









