Di Bagian Yang Tidak Bertalud Permanen Warga Timbuni Tanggul Sungai Piji Dengan Karung Pasir

oleh -954 kali dibaca

KUDUS, isknews.com – Sungai Piji, pada bagian yang berada di Desa Hadiwarno, Kecamatan Mejobo, Kabupaten Kudus, ternyata tidak semuanya dilindundi dengan bangunan tangguk permanen. Hal itu seperti terlihat di depan Puskesmas Mejobo, bangunan tanggul permanen yang berdiri mulai tikungan jembatan yang di depan Balai Desa Hadiwarno, terputus sampai di sebelah utara jembatan di depan Puskesmas Mejobo.
Dari pengalaman bencana banjir yang diakibatkan oleh besarnya debit Sungai Piji, tanggul permanen yang kokoh kuat pun tidak mampu menahannya, sehingga jebol. Lalu bagaimana di bagian sungai yang tidak ada tanggul permanen, hanya berupa tanggul tanah, tentu saja dampaknya lebih besar. Karena jika Sungai Piji meluap, tidak hanya air yang menggenangi pekarangan dan rumah-rumah warga, melainkan juga lumpur.
Untuk mengantisipasi hal itu, warga yang tempat tinggalnya berdekatan atau di muka tanggul tersebut, yakni RT-04 dan RT-06/RW-02, Desa Hadiwarno, mengambil langkah menimbuni bagian tersebut dengan karung-karung plastik yang diisi pasir atau tanah urug. Ketinggian timbunan karung pasir itu mencapai tiga tumpuk karung, atau sekitar 1,5 meter.
Menurut seorang warga setempat, penimbunan tanggul dengan menggunakan karung pasir itu, adalah atas ide masyarakat sendiri, yang dikerjakan secara gotong royong. Dan karung pasir itu sebagian merupakan sisa banjir tahun lalu. Hal itu karena saat ini pihak Kecamatan Mejobo, belum ada stok karung pasir.
Untuk memperkuat tumpukan karung pasir itu, pada bagian luarnya diberi trucuk atau potongan-potongan bambu yang kemudian diikatkan satu sama lain, dengan menggunakan tali.
Kepala Kantor BPBD Kabupaten Kudus, Bergas C P, yang dihubungiisknews.com, Selasa (1/12), mengatakan, permintaan karung pasir bagi warga yang membutuhkan akan diberikan berdasarkan order dari pihak kecamatan setempat. “Jumlahnya stok yang tersedia di gudang ada puluhan ribu lembar karung pasir, yang setiap saat siap didistribusikan.” (DM)

KOMENTAR SEDULUR ISK :