Kudus, isknews.com – Ratusan prajurit Komando Distrik Militer (Kodim) 0722/Kudus digembleng melalui latihan pemadaman kebakaran guna memperkuat kesiapsiagaan menghadapi kondisi darurat, Jumat, 3 April 2026.
Kegiatan yang berlangsung di Lapangan Apel Markas Kodim Kudus itu tidak hanya berfokus pada aspek teknis, tetapi juga menanamkan respons cepat dan tepat dalam menghadapi potensi bencana kebakaran di wilayah.
Komandan Kodim (Dandim) 0722/Kudus, Letkol Arh Yuusufa Allan Andriasie, menegaskan bahwa kemampuan dasar penanganan kebakaran menjadi hal penting yang harus dimiliki setiap prajurit, terutama dalam menjalankan tugas kewilayahan.
“Latihan ini sangat penting agar prajurit memiliki bekal kemampuan dasar dalam menangani kebakaran, sehingga bisa bertindak cepat dan tepat saat situasi darurat terjadi,” ujarnya.
Ia menambahkan, peran Tentara Nasional Indonesia (TNI) di lapangan tidak hanya terbatas pada tugas pertahanan, tetapi juga membantu masyarakat dalam berbagai kondisi, termasuk saat terjadi musibah kebakaran.
“Prajurit harus selalu siap membantu kesulitan masyarakat, termasuk saat terjadi kebakaran. Ini bagian dari tugas kami di lapangan,” katanya.
Menurutnya, pelatihan tersebut juga menjadi bagian dari upaya peningkatan profesionalitas prajurit agar mampu menghadapi berbagai kemungkinan bencana secara terukur.
“Minimal anggota memahami dasar-dasar penanganan kebakaran dan memiliki keterampilan awal untuk merespons dengan benar,” lanjutnya.
Dalam pelaksanaan latihan, peserta mendapatkan materi mulai dari teori hingga praktik langsung di lapangan. Mereka dilatih mengenali peralatan pemadam kebakaran hingga teknik dasar pemadaman api.
Kepala Pemadam Kebakaran (Damkar) PT Djarum, Hardi Cahyana, yang bertindak sebagai instruktur menjelaskan pentingnya pemahaman prosedur dan penggunaan alat secara tepat.
“Kami memberikan pemahaman mulai dari pengenalan peralatan, seperti mobil damkar, selang, hingga nozzle, serta teknik dasar pemadaman agar anggota memahami prosedur yang tepat,” jelasnya.
Ia menyebutkan, para peserta menunjukkan antusiasme tinggi selama pelatihan, khususnya saat mengikuti simulasi pemadaman api secara langsung.
“Harapannya setelah pelatihan ini, mereka tidak panik saat menghadapi kebakaran dan sudah memiliki pemahaman dasar terkait teknik serta keselamatan,” tandasnya. (YM/YM)







