Kudus, isknews.com – Tumpukan slamper atau daun tebu kering milik Kusno (60), warga RT 6 RW 6 rw 6 Desa Cendono, Dawe, Kudus, semalam terbakar. Tumpukan slamper yang ditata setinggi sekira 4 meter dan di simpan dalam gudang bambu seadanya sepanjang 15 meter, berada di areal persawahan tak jauh dari jalan Cendono – Gondangmanis, tiba – tiba diketahui warga sudah terbakar usai mereka menunaikan shalat maghrib.
“Saat itu barangkali sekitar pukul 18.00, saya ikut panik, karena saya juga memiliki lahan tebu di areal sekitar titik terjadinya kebakaran,” ujar Umar bin Kaelan (50) warga warga RT 3, RW 6 yang juga perangkat desa setempat, Jumat (15/02/2019) semalam.

Seorang relawan BPBD Kudus sedang berusaha mematikan api dengan alat seadanya (Foto: YM)
Api yang membakar tumpukan slamper itu memang tidak terlalu besar. sementara kondisi cuaca di lokasi hujan rintik-rintik, namun api tetap terus menyala, karena api sudah menelusup pada bagian dalam daun kering, beruntung lokasinya cukup jauh dari pemukiman warga. Tak ada korban jiwa dalam kejadian tersebut.
“Langsung kita minta bantuan BPBD,” ucapnya di lokasi kejadian.
Ia kemudian menelfon Kusno pemilik gudang tersebut. Pihaknya bersama beberapa warga sempat mencoba untuk memadamkan api dengan peralatan seadanya. Air untuk memadamkan diambil dari saluran irigrasi sawah. “Namun kekurangan personel,” jelasnya.
Umar yang saat itu ada di lokasi karena menengok lahan tebu miliknya yang berada tepat di sebelah selatan lahan yang terbakar, saat ditanya taksiran nilai kerugian yang menimpa gudang slamper milik koleganya mengatakan, “ Sebagai sesama petani tebu saya memperkirakan slamper yang terbakar ini senilai Rp. 40 juta, sebab meski slamper ini meski termasuk kategori sampah namun punya nilai jual lumayan, per ritnya bisa mencapai 600 hingga 700 ribu sementara ini di taksir ada puluhan rit” jelasnya.
Dari pantauan dilapangan, hanya ada satu truk pemadam kebakaran yang sempat memadamkan api namun kembali ke maekas karena volume air kurang mencukupi. Pemadaman gudang tersebut sangat bergantung pada hujan.
Terkait itu, salah satu relawan BPBD Kudus mengatakan jika truk pemadam sedang mengambil air. Namun hingga setengah jam lebih truk pemadam tersebut tak kunjung datang.
“”Yang ditakutkan jika nanti longsor dan mengenai sawah tebu di kanan kirinya,” ucap salah satu relawan.
Mengenai hal tersebut, Ia menjelaskan jika sangat dimungkinkan pihak BPBD lebih memprioritaskan penanggulangan jalan licin di RingRoad Oasis Djarum yang kebetulan juga terjadi malam itu.
“Mungkin karna itu, dan disana berpotensi bisa menimbulkan korban jiwa,” jelasnya.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada pihak yang mengetahui penyebab kebakaran tersebut. Data yang dihimpun dari warga sekitar, kejadian kebakaran terjadi pukul 18.30 WIB dan terus berlanjut sampai pukul 22.30 WIB. Beruntung, hujan deras mampu memadamkan api tepat pukul 23.00 WIB
“Sebelumnya tidak ada petir, tidak ada apa-apa,” tandasnya. (YM/YM)









