Di Jakarta Permohonan Praperadilan Tamzil Ditolak, Di Kudus KPK Kembali Periksa 23 Orang Saksi

oleh

Kudus, isknews.com – Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, seperti diketahui bersama dipimpin oleh Hakim tunggal Sudjarwanto telah menolak permohonan praperadilan yang diajukan Bupati Kudus nonaktif M Tamzil terkait penetapannya sebagai tersangka atas kasus jual beli jabatan di lingkungan Pemkab Kudus.

Pada sidang yang berlangsung pagi tadi, hakim menganggap status tersangka atas Tamzil adalah sah dan menolak permohonan paraperadilan untuk seluruhnya, seperti dikutip dari media nasional. Hakim menilai permohonan praperadilan yang diajukan Tamzil tidak beralasan karena penetapan tersangka dan penggeledahan yang dilakukan KPK sudah sesuai prosedur.

Sidang permohonan praperadilan yang diajukan Bupati Kudus nonaktif M Tamzil terkait penetapannya sebagai tersangka (Foto: istimewa)

Hakim menyebut penetapan tersangka KPK terhadap Tamzil sudah sah karena sudah terdapat bukti permulaan yang cukup, yang dimulai serangkaian penyelidikan, hasil penyadapan, hingga pemeriksaan saksi.

Selain itu, hakim menyebut penggeledahan yang dilakukan KPK di rumah dinas maupun kantor Tamzil sudah sah. Karena sudah mendapat persetujuan dari Wakil Bupati Kudus, disaksikan saksi lainnya, dan terdapat surat izin penggeledahan dari pengadilan setempat

TRENDING :  Haryanto Terisak Sesampainya di Pati
TRENDING :  Atap Genting Puluhan Rumah Warga Temulus Dan Kesambi Berterbangan Di Terjang Angin Puting Beliung

Sementara itu di Kudus, Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) kembali memanggil Sekda Kudus, Sam’ani Intakoris, 6 orang ASN dan pihak swasta. Mereka kembali diperiksa terkait kasus suap jabatan dengan tersangka Bupati Kudus nonaktif, M Tamzil.

“Mereka menjalani pemeriksaan sebagai saksi di Mapolres Kudus untuk dimintai keterangan sebagai saksi,  ada 7 orang ASN Kudus ang menjalani pemeriksaan KPK hari ini,” kata Sam’ani.

TRENDING :  ASN dan Komunitas Offroad Tumplek Bleg Resik Resik Sungai Gelis Peringati World Cleanup Day

Ke 7 orang tersebut adalah dirinya sendiri Sam’ani, Ali Rifai (dari Setda), Hendro Muswinda (BKPP), Ani Susmadi Lestari dan Moh Zubaidi serta Supriyono (Disdikpora) dan Kasmudi (Dinas Budpar). Seorang lagi adalah Munjahid (swasta).

“Selasa dan Rabu juga ada yang dipanggil KPK sebagai saksi. jadi total 23 orang, kita kooperatif dan terbuka dengan panggilan ini,” terangnya. (YM/YM)



KOMENTAR SEDULUR ISK :