Dibuat Lebih Nyaman, Ruang Baca Difabel di Perpusda Masih Sepi Pengunjung

oleh
Dibuat Lebih Nyaman, Ruang Baca Difabel di Perpusda Masih Sepi Pengunjung
Foto: Ruang baca khusus difabel yang lama di Dinas Kearsipan dan Perpustakaan (Arsipda) Kabupaten Kudus. Jumat (13-07-2018). (Nila Niswatul Chusna/ISKNEWS.COM)

Kudus, ISKNEWS.COM – Ruang baca khusus penyandang disabilitas di Dinas Kearsipan dan Perpustakaan (Arsipda) Kabupaten Kudus, kini tampil lebih menarik dan nyaman. Jika sebelumnya, ruang baca ini terletak ruang kecil di bawah tangga ke arah lantai dua perpustakaan.

Kini, ruang baca difabel dipindahkan ke utara tangga atau setelah pintu masuk dari arah utara. Ruang tersebut, dilengkapi dengan sebuah meja dengan ukuran yang cukup besar, kursi, rak yang dipenuhi buku bacaan dan kursi roda.

Tak dipungkiri, kondisi ruang baca yang baru, nampak lebih menarik dan nayaman dari sebelumnya. Meski sudah dibuatkan ruang baca yang nyaman, nyatanya jumlah kunjungan difabel ke perpusda terbilang sepi.

TRENDING :  Pengalaman Lucu dan Menyebalkan Saat Pendataan PIS PK

Kepala Dinas Arsipda Kabupaten Kudus, Masyudi, saat ditemui isknews.com, Jumat (13-07-2018) mengatakan jumlah kunjungan difabel belum ada kunjungan difabel pada sejak ramadan hingga kini.

Dibuat Lebih Nyaman, Ruang Baca Difabel di Perpusda Masih Sepi Pengunjung
Foto: Ruang baca khusus difabel baru di Dinas Kearsipan dan Perpustakaan (Arsipda) Kabupaten Kudus. Jumat (13-07-2018). (Nila Niswatul Chusna/ISKNEWS.COM)

“Sebelumnya, kami mengajak difabel untuk datang ke perpusda melalui kegiatan pelatihan. Berhubung ramadan kemarin, pelatihannya libur. Sehingga kunjungan difabel dari ramadan hingga kini masih kosong,” ungkapnya.

Masyudi mengatakan, pemindahan ruang baca ini sudah cukup lama. Tujuannya tak lain, untuk menyediakan ruang yang lebih nyaman bagi para difabel. Karena mereka sama-sama warga negara yang berhak mendapatkan perlakuan yang sama dengan masyarakat umumnya.

TRENDING :  UPT Puskesmas Ngembal Kulon Kudus, Jadi Puskesmas Pertama Yang Punyai Pelayanan Akupresur

Dengan ruang baru ini, diharapkan difabel dapat semakin nyaman untuk berkunjung ke perpusda. Tidak hanya untuk membaca buku, tetapi juga untuk melakukan diskusi dan kegiatan pembelajaran di tempat tersebut.

“Di sini, difabel dapat melakukan aktivitas apapun selama itu positif. Misalnya, mau mengadakan kegiatan diskusi atau pelatihan di sini, saya persilahkan. Karena ini fasilitas publik, sehingga harus dimanfaatkan sebaik-baiknya selama itu kegiatan posiitif. Dengan begitu, kami berharap masyarakat dan difabel dapat nyaman dan senang berkunjung ke perpusda,” jelasnya.

TRENDING :  Kisah Awal Mula Desa Rendeng

Kepala Dinas Arsipda ini mengakui sampai saat ini banner penunjuk untuk ruang baca difabel yang baru belum ada. Hingga kini, banner tersebut masih terpajang di ruang baca difabel yang lama.

“Kedepannya, kami akan segera memberi banner yang menunjukkan bahwa ruang tersebut diperuntukan bagi difabel,” tutupnya. (NNC/WH).

KOMENTAR SEDULUR ISK :