Hampir Rampung, Proyek Drainase Jalan Wahid Hasyim–DR Wahidin Capai 96 Persen

oleh -422 Dilihat
Kepala Bidang Tata Bangunan dan Drainase Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kudus bersama jajaranya melakukan pengecekan dari pembangunan drainase di ruas Jalan Wahid Hasyim hingga Jalan DR Wahidin. (Foto: YM)

KUDUS, ISKNEWS.COM – Proyek pembangunan drainase di ruas Jalan Wahid Hasyim hingga Jalan DR Wahidin, Kabupaten Kudus, hampir rampung. Hingga Jumat (11/9/2026), progres pengerjaan saluran tersebut telah mencapai sekitar 96 persen.

Pembangunan drainase ini menjadi bagian dari upaya Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kudus dalam mengurangi persoalan genangan air, khususnya saat hujan deras melanda kawasan perkotaan.

Kepala Bidang Tata Bangunan dan Drainase Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Kudus, Hammad Riza, mengatakan pekerjaan yang tersisa saat ini tinggal tahap penyelesaian atau finishing.

“Progresnya kurang lebih sudah 96 persen. Tinggal pemasangan grill inlet, perapian dan pembersihan,” ujar Hammad saat meninjau pembangunan drainase di ruas Jalan Wahid Hasyim–Jalan DR Wahidin, Jumat (11/9/2026).

Saluran yang dibangun memiliki panjang sekitar 465 meter. Untuk Jalan DR Wahidin digunakan U-Ditch berukuran 1 x 1 meter, sedangkan di ruas Jalan Wahid Hasyim menggunakan U-Ditch berukuran 60 x 60 sentimeter.

Proyek tersebut ditargetkan dapat selesai 100 persen pada September 2026.

Menurut Hammad, pembangunan saluran di kawasan tersebut memiliki peran penting dalam membentuk jaringan drainase yang saling terhubung. Nantinya, saluran di Jalan DR Wahidin akan menjadi jalur aliran air dari sejumlah ruas jalan di sekitarnya.

Aliran dari Jalan Mangga, Jalan Loekmono Hadi, Jalan Ramelan hingga Jalan Ahmad Yani nantinya akan terhubung dan diarahkan menuju Sungai Kaligelis.

“Harapannya Jalan Mangga, Loekmono Hadi atau Ramelan bisa langsung terhubung ke sini dan alirannya menuju Sungai Kaligelis,” katanya.

Pembangunan drainase di ruas Jalan Wahid Hasyim–DR Wahidin merupakan salah satu dari sekitar 30 titik drainase yang menjadi prioritas penanganan Pemkab Kudus pada tahun ini.

Secara keseluruhan, seluruh proyek di puluhan titik tersebut telah berjalan dengan rata-rata progres pengerjaan di atas 50 persen.

Untuk pembangunan dan perbaikan jaringan drainase tersebut, Pemkab Kudus menyiapkan anggaran sekitar Rp7 miliar yang bersumber dari dana cukai dan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD).

Hammad mengungkapkan, jaringan drainase yang layak di Kabupaten Kudus saat ini baru mencapai sekitar 60 persen. Karena itu, penanganan dilakukan secara bertahap dengan mempertimbangkan skala prioritas, terutama di kawasan perkotaan dan titik-titik yang rawan terjadi genangan.

“Penanganan genangan tidak bisa langsung 100 persen karena keterbatasan anggaran. Kami mencoba mulai dari hilir, kemudian naik ke atas,” jelasnya.

Pola penanganan dari hilir tersebut, kata Hammad, telah diterapkan di sejumlah kawasan. Salah satunya di sekitar Tugu Identitas Kudus.

Setelah saluran diperbaiki dan aliran air diarahkan menuju sungai, kawasan yang sebelumnya kerap mengalami genangan tersebut kini disebut tidak lagi mengalami banjir seperti sebelumnya.

Selain pembangunan fisik, pemeliharaan jaringan drainase juga menjadi faktor penting dalam mencegah terjadinya genangan. Hammad menyebut saluran yang memiliki kapasitas memadai tetap dapat mengalami hambatan apabila inlet tertutup sampah.

“Drainasenya sudah mumpuni, tetapi kadang inlet tertutup sampah,” ujarnya.

Karena itu, masyarakat diharapkan turut menjaga kebersihan dengan tidak membuang sampah ke saluran air. Warga juga diminta ikut menjaga aset-aset drainase, terutama bagian yang menggunakan material besi, agar tidak mengalami kerusakan maupun hilang.

“Kami sangat berharap ada peran serta masyarakat untuk ikut mengamankan aset-aset daerah,” pungkasnya. (YM/YM)

No More Posts Available.

No more pages to load.