Diikuti 322 Atlet dari 16 Negara, Polytron Kudus Indonesia Masters 2026 Jadi Ajang Adu Kualitas Internasional

oleh -226 Dilihat
Suasana saat press confrence jelang turnamen Polytron Kudus Indonesia Master 2026 di Super Soccer Arena )Foto: YM)

KUDUS, ISKNEWS.COM – Sebanyak 322 atlet dari 16 negara ambil bagian dalam turnamen bulutangkis Polytron Kudus Indonesia Masters 2026 yang berlangsung pada 20–25 Oktober 2026 di Kudus, Jawa Tengah. Indonesia menjadi negara dengan jumlah atlet terbanyak, yakni 115 pemain atau 35,71 persen dari total peserta.

Berdasarkan data Active Players Badminton World Federation (BWF) yang diperbarui pada Selasa (20/10/2026) pukul 20.02 WIB, Malaysia menempati posisi kedua dengan 36 atlet. Berikutnya, Chinese Taipei dan China masing-masing mengirimkan 33 atlet.

Thailand tercatat mengirimkan 26 atlet, disusul Jepang dengan 25 atlet dan Korea Selatan sebanyak 19 atlet. Sementara itu, India mengirimkan 10 atlet dan Singapura sembilan atlet.

Negara lainnya yang turut berpartisipasi adalah Turki dengan lima atlet, Hong Kong empat atlet, Myanmar dan Inggris masing-masing dua atlet. Adapun Sri Lanka, Venezuela, serta Uganda masing-masing mengirimkan satu atlet.

Keikutsertaan atlet dari berbagai negara tersebut menunjukkan persaingan yang beragam dalam turnamen berlevel BWF Super 100 ini. Selain menjadi ajang pembuktian kemampuan pemain, kompetisi tersebut juga membuka peluang bagi para atlet untuk mengumpulkan poin peringkat dunia.

Ketua Panitia Pelaksana Polytron Kudus Indonesia Masters 2026, Yuni Kartika, mengatakan besarnya jumlah pemain Indonesia memberikan kesempatan bagi atlet dari berbagai klub untuk merasakan atmosfer pertandingan internasional.

Menurutnya, turnamen Super 100 menjadi salah satu tahapan penting bagi pemain yang ingin meningkatkan peringkat BWF dan membuka peluang tampil di turnamen dengan level lebih tinggi, seperti Super 300.

“Super 100 ini pintu untuk naik ke 300. Lompatannya lumayan signifikan. Masuk ke 300 itu tidak gampang, makanya mereka harus mempunyai poin dari Super 100 ini,” ujar Yuni.

Ia juga menekankan pentingnya memberikan pengalaman bertanding di kelompok dewasa kepada pemain-pemain muda. Menurutnya, atlet muda dari sejumlah negara peserta sudah mulai berkompetisi di kelompok dewasa meskipun belum berusia 19 tahun.

Pengalaman menghadapi lawan yang lebih matang dinilai penting agar pemain muda lebih siap menghadapi tekanan dan persaingan ketika memasuki level pertandingan yang lebih tinggi.

Yuni berharap para wakil Indonesia mampu memanfaatkan kesempatan bermain di kandang sendiri untuk menciptakan kejutan, melangkah sejauh mungkin, serta meningkatkan kepercayaan diri dan peringkat dunia mereka.

Selain pembinaan atlet, penyelenggaraan turnamen ini juga menjadi momentum untuk memperkenalkan Kudus sebagai kota bulutangkis yang mampu menggelar kompetisi internasional sesuai standar BWF.

Melalui Polytron Kudus Indonesia Masters 2026, Kudus tidak hanya menjadi tempat bertanding bagi ratusan atlet dari berbagai negara, tetapi juga memperkuat posisinya dalam ekosistem bulutangkis internasional. (YM/YM)

No More Posts Available.

No more pages to load.