Kudus, isknews.com – Sebanyak 42 kelompok teater pelajar dari jenjang SMP dan SMA se-Kabupaten Kudus ambil bagian dalam Festival Teater Pelajar (FTP) XV Kudus 2025, yang tidak hanya menjadi ajang pertunjukan seni panggung, tetapi juga sarana penguatan pendidikan seni melalui pendampingan berkelanjutan bagi pelajar, guru, dan pelatih teater.
Festival Teater Pelajar XV kembali digelar oleh Komunitas Teater Djarum dengan dukungan Bakti Budaya Djarum Foundation, bekerja sama dengan Dinas Pendidikan Kepemudaan dan Olahraga Kabupaten Kudus serta Kantor Kementerian Agama Kabupaten Kudus. Memasuki penyelenggaraan ke-15, FTP tahun ini mengangkat tema “Estetika Tubuh Artistik”, yang mendorong pelajar memaknai tubuh sebagai medium utama dalam pertunjukan teater.
Program Director Bakti Budaya Djarum Foundation, Renitasari Adrian, menjelaskan bahwa Festival Teater Pelajar merupakan wujud konsistensi dalam menjaga keberlangsungan seni pertunjukan melalui regenerasi sejak usia sekolah. Menurutnya, FTP tidak hanya menghadirkan ruang kompetisi, tetapi juga ruang pembelajaran yang berkesinambungan.
“Festival Teater Pelajar adalah bentuk kecintaan generasi muda terhadap seni teater sekaligus langkah penting bagi masa depan industri seni pertunjukan di Indonesia. FTP menjadi wadah bagi pelajar untuk mengembangkan diri dan menginspirasi pelajar lainnya agar turut berkarya di dunia teater,” ujarnya.
Melalui tema Estetika Tubuh Artistik, para peserta diajak menggali kesadaran atas gerak, gestur, ritme, serta kehadiran tubuh di atas panggung sebagai elemen artistik yang membangun makna pertunjukan. Proses tersebut diperkuat melalui rangkaian workshop, coaching, dan pendampingan yang menjadi bagian penting dalam Festival Teater Pelajar XV.
Salah satu pembina Teater Djarum, Wijayanto Franciosa, menilai proses yang dijalani peserta tahun ini menunjukkan keberanian pelajar dalam mengolah tubuh sebagai unsur utama pertunjukan. Ia menekankan bahwa kebersamaan dalam sebuah kelompok teater menjadi kunci terciptanya harmoni artistik di atas panggung.
“Setiap anggota memiliki peran, dan justru dalam kebersamaan itulah sebuah kelompok menemukan kelengkapan wujud artistiknya. Proses inilah yang kami nilai penting untuk mendorong kualitas teater pelajar ke depan,” ungkapnya.
Berbeda dari tahun-tahun sebelumnya, FTP XV juga diperkuat dengan program Lokakarya Pelatih Pelajar (Lokapijar) yang diselenggarakan Bakti Budaya Djarum Foundation bersama Titimangsa dan Teater Djarum. Program pendampingan ini telah dilaksanakan sejak April 2025 dan diikuti oleh 114 sekolah, sebagai upaya memperkuat kesiapan sekolah dalam proses penciptaan hingga pementasan karya teater.
Rangkaian pendampingan dilakukan melalui dua sesi coaching, yakni Coaching Session pertama pada 8–12 September 2025 di Kudus dan Coaching Session kedua pada 6–8 Oktober 2025 yang dilaksanakan langsung di sekolah-sekolah peserta. Pendampingan tersebut meliputi showcase, evaluasi, dan pengayaan untuk memperkuat konsep pementasan dan penyutradaraan.
Setelah melalui tahap penyisihan pada 3–15 November 2025, para finalis terpilih tampil pada babak final yang digelar pada 19–21 Desember 2025 di GOR Kaliputu–Djarum Arena 2, Kudus. Babak final ini juga dimeriahkan penampilan Teater Lentera dari Jepara dan Titimangsa yang berkolaborasi dengan para alumni FTP.
Melalui pendekatan kompetisi yang dibarengi pendampingan berkelanjutan, Festival Teater Pelajar XV Kudus diharapkan tidak hanya melahirkan karya pertunjukan yang berkualitas, tetapi juga membangun ekosistem pendidikan seni yang kuat dan berkesinambungan bagi generasi muda. (AS/YM)










