Dikukuhkan Jadi Penasihat Raja PB XIV, Wakil Bupati Kudus Bellinda Birton Sandang Gelar Kanjeng Mas Ayu

oleh -896 Dilihat
Pengukuhan gelar kehormatan dari Keraton Kasunanan Surakarta sekaligus ditetapkan sebagai penasihat Raja SISKS Pakubuwono (PB) XIV Hamengkunegoro di Sasono Hondriwino Keraton Solo, Minggu (7/12/2025) siang. (Foto: Istimewa)

Kudus, isknews.com – Wakil Bupati Kudus, Bellinda Birton, resmi menyandang gelar kehormatan dari Keraton Kasunanan Surakarta sekaligus ditetapkan sebagai penasihat Raja SISKS Pakubuwono (PB) XIV Hamengkunegoro. Pengukuhan berlangsung dalam prosesi adat di Sasono Hondriwino Keraton Solo, Minggu (7/12/2025) siang.

Upacara tersebut menjadi bagian dari pelantikan 47 tokoh sebagai staf khusus dan penasihat raja yang dihadiri keluarga keraton dan para abdi dalem. Dengan komposisi penerima mandat kali ini cukup beragam, mencakup akademisi, pakar sejarah, serta tokoh publik dari berbagai daerah.

“Untuk Paran Poro, penasehatnya ada 21. Kalau stafnya lebih dari 30-an. Ada profesor dari UIN Sunan Kalijaga, pakar sejarah UGM, dan tokoh-tokoh sentral. Salah satunya adalah saya,” ujarnya Bellinda usai acara simbolis penyerahan perlindungan pekerja rentan di pendopo Kabupaten Kudus, Senin (8/12/2025).

Dalam kesempatan tersebut, Bellinda mendapatkan gelar Kanjeng Mas Ayu Putri Sulistyaningtyas, yang disebutnya sebagai sebuah kehormatan besar. Jadi kini namanya adalah, K.M.Ay. Bellinda Putri Sabrina Birton Putri Sulistyaningtyad, S.Ked.

Ia mengaku terkejut karena penunjukan itu berlangsung tanpa komunikasi awal.

“Saya sendiri tidak tahu sebelumnya. Tiba-tiba mendapat undangan dan langsung dikukuhkan. Tentu ini anugerah yang sangat saya syukuri,” ucapnya.

Bellinda menjelaskan bahwa penugasannya sebagai penasihat raja berkaitan dengan representasi generasi muda, terutama isu-isu digital dan peran milenial serta Gen Z dalam perkembangan budaya dan kebangsaan. Menurutnya, gelar tersebut bukan sekadar simbol, tetapi memikul tanggung jawab moral.

“Tentu saya harus menjaga perilaku, menjaga nama baik, dan tidak melakukan hal negatif. Gelar ini adalah amanah besar,” tuturnya.

Ia menegaskan bahwa tugasnya sebagai Wakil Bupati Kudus tidak akan terpengaruh. Bellinda memastikan tetap fokus pada pelayanan masyarakat serta agenda pemerintahan daerah.

“Yang jelas, tugas saya sebagai wakil bupati tetap berjalan, karena pelayanan kepada masyarakat adalah yang utama,” tegasnya.

Soal dinamika internal Keraton Solo, Bellinda memilih tidak memberikan banyak komentar. Ia lebih menyoroti peluang kolaborasi antara Pemkab Kudus dan pihak keraton, terutama pada program pemberdayaan generasi muda.

“Kami berencana menjalin komunikasi lebih lanjut dengan pihak keraton, khususnya untuk program-program yang mendorong kreativitas dan masa depan anak muda,” jelasnya.

Bellinda mengatakan sempat bertemu singkat dengan Gusti Purnomowijoyo, meski prosesi adat menyita sebagian besar waktu acara. Ia yakin komunikasi lanjutan dapat dibangun dalam waktu dekat.

“Insyaallah nanti akan ada komunikasi lanjutan,” pungkasnya. (YM/YM)